Astra Punya Ratusan Ribu Karyawan, Prospek Bank Saqu Menjanjikan
JAKARTA, investortrust.id - Prospek Bank Saqu yang diluncurkan PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) dipercaya menjanjikan lantaran BJJ telah diakuisisi oleh PT Astra International Tbk (ASII) sejak 2022, melalui PT Sedaya Multi Investama (SMI) yang kerap disebut Astra Financial. Astra International dan entitas anak memiliki ratusan ribu karyawan yang bisa menjadi penggunanya.
Direktur Astra International sekaligus Director-in-Charge Astra Financial Suparno Djasmin menjelaskan, masuknya BJJ di ekosistem bisnis emiten konglomerat Astra diyakini dapat meningkatkan pangsa pasar yang signifikan bagi Bank Saqu, yang merupakan salah satu produk yang dimiliki BJJ. “Kami akan perkenalkan (Bank Saqu) untuk dipakai di ekosistem Astra, maupun yang di luar ekosistem Astra,” ujarnya kepada Investortrust.id di Menara Astra, Jakarta, Senin (20/11/2023).
Baca Juga
Luncurkan Bank Saqu, Astra dan WeLab Bidik Nasabah Solopreneur
Berdasarkan laporan keuangan Astra International per 30 September 2023, perseroan dan entitas anak memiliki 134.787 karyawan. Namun, Suparno yang akrab disapa Abong menegaskan bahwa gaji (payroll) karyawan Astra tidak akan serta merta dipindah ke Bank Saqu.
“Kami tetap masih seperti sekarang, payroll ada yang dengan Bank Permata dan segala macam. Jadi, itu (Bank Saqu) nanti tambahan,” kata Abong yang ditemui seusai peluncuran Bank Saqu.
Baca Juga
Teknologi WeLab
Optimisme yang sama disuarakan Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto. Ia yakin Bank Saqu mampu mendapatkan pangsa pasar yang bagus. Sebab, produk ini didukung pasar lokal yang berkembang dan ekosistem Astra yang luas, baik luring maupun daring. Selain itu, faktor teknologi yang dibawa WeLab.
“Sebagai teman seperjuangan para solopreneur, Bank Saqu tidak hanya sekadar menawarkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah. Tetapi, juga fokus pada edukasi keuangan dan pengalaman yang lebih baik, guna mendukung dan memberdayakan individu dalam perjalanan finansial mereka,” imbuh Leo.
Sementara itu, SMI tercatat telah merealisasikan share subscription agreement (SSA) pengambilan bagian 1.138.088 saham baru BJJ senilai Rp 3,87 triliun pada September 2022. Dengan penyelesaian transaksi tersebut, Astra Financial memiliki 49,56% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor di BJJ.
Rampungnya akuisisi sekaligus membuat Astra Financial dan WeLab Sky Limited menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali bank komersial tersebut. Pasalnya, WeLab Sky juga telah meningkatkan kepemilikan saham BJJ menjadi 49,56%. (CR-10)

