Usai ‘Rebranding’, Bisnis Oona Insurance Terkerek
JAKARTA, investortrust.id - Usai berganti nama atau rebranding dari PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) menjadi Oona Insurance pada awal 2023, perseroan mengalami kenaikan bisnis di pasar asuransi umum.
“Ada peningkatan, boleh dibilang cukup signifikan. Contohnya, jumlah polis kami mungkin meningkat 160% dari sekitar 300 ribuan polis sekarang menjadi 800 ribuan polis,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Vincent C Soegianto, dalam Podcast yang diadakan oleh Investortrust.id, di The Convergence Indonesia, Jakarta, Rabu (14/7/2024).
Selain itu, menurut Vincent, dari segi revenue, Oona Insurance juga mencatatkan pertumbuhan sekitar 15%. “Peningkatan ini karena nama mungkin overall, karena it's a new of shareholder, it's a new way of managing teams, style of management juga sangat berbeda,” katanya.
Baca Juga
Dari data kinerja keuangan Oona Insurance yang dihimpun Investortrust.id, total aset mengalami pertumbuhan 7,8% atau dari Rp 2,47 triliun pada 2022 menjadi Rp 2,66 triliun pada akhir tahun 2023. Lalu liabilitasnya naik 15,4% secara tahunan menjadi Rp 1,11 triliun.
Kemudian, ekuitas dan pendapatannya juga meningkat masing-masing 2,9% dan 15,9% menjadi Rp 1,55 triliun dan Rp 855,2 miliar. Namun, laba bersihnya terkoreksi 7,2% menjadi Rp 84,6 miliar di tahun lalu.
Menurut Vincent, penurunan tersebut disebabkan oleh investasi di pengembangan infrastruktur perusahaan, khususnya dari sisi teknologi usai melakukan rebranding. Karena ia percaya, untuk menjangkau customer secara optimal dan efisien kedepannya dibutuhkan teknologi yang memadai.
“So we invest in our website, we invest in direct reach to customers, to Instagram, to Whatsapp. Semua investasi ini sebenarnya investasi infrastruktur dan memang investasi on people,” jelasnya.

