128 Tahun Berkiprah, Kontribusi BRI terhadap Inklusi Keuangan Capai 70%
Jakarta, investortrust.id – Upaya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk berkontribusi bagi perekonomian nasional, terus diwujudkan selama 128 tahun eksistensinya di Indonesia. Salah satu yang menonjol adalah meningkatkan inklusi keuangan dengan memperluas jangkauan layanan serta pemberdayaan terhadap pelaku UMKM dan ultramikro.
Dengan core business di sektor UMKM serta memiliki portofolio kredit mikro mencapai lebih dari 40%, menjadi peluang bagi BRI untuk terus fokus melayani masyarakat mendukung inklusi keuangan negeri.
Baca Juga
Selamat! UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2023 Raih Commitment Deal Rp 1,26 Triliun
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, alokasi kredit yang dilakukan BRI telah memberikan dampak nyata terhadap masyarakat Indonesia. “Sesuai dengan business model-nya, BRI telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. Berdasarkan riset internal, BRI telah berkontribusi sebesar sekitar 70% dari 85,1% pencapaian indeks inklusi keuangan Indonesia yang disurvei pada tahun 2022,” ungkapnya.
Sunarso menjelaskan, dalam penyaluran kredit terhadap pelaku UMKM, BRI mengedepankan peningkatan kapabilitas pemberdayaan. Setidaknya ada tiga tahap pemberdayaan. Pertama, literasi dasar yang di dalamnya mencakup inklusi keuangan dan manajemen keuangan dasar.
Kedua, mendesain literasi bisnis, melalui peningkatan kapasitas manajerial, membangun legalitas atau kepatuhan, mengembangkan budaya inovasi, membentuk pemahaman industri dan pasar, hingga membentuk kepemimpinan dan pola pikir jangka panjang untuk meningkatkan skala usaha.
Ketiga, literasi digital kepada UMKM dengan tujuan go digital, go modern, dan go global.
Baca Juga
Dalam peningkatan kapabilitas pemberdayaan juga diimbangi dengan kapabilitas pembiayaan. BRI pun menjadikan pembiayaan bagian dari pemberdayaan.
“Berikutnya adalah kapabilitas channel. Pelaku UMKM yang jumlahnya sangat dominan, membutuhkan channel yang sangat beragam. BRI Group memiliki berbagai channel pemberdayaan yang dapat masuk ke dalam berbagai kategori usaha seperti Rumah BUMN, Inkubasi Universitas, Desa Brilian, LinkUMKM, juga PNM Mekaar. Berikutnya adalah kapabilitas IT yang mengintegrasikan seluruh layanan dan terakhir adalah kapabilitas kolaborasi,” imbuhnya.
Agen BRILink
Salah satu channel pemberdayaan UMKM yang berdampak besar terhadap inklusi keuangan adalah AgenBRILink. Akselerasi akses produk perbankan yang difasilitasi AgenBRILink terbukti berdampak positif terhadap Fee Based Income perseroan. Peran AgenBRILink pun akan terus didorong untuk memperluas customer base dari BRI dan BRI Group.
Hingga akhir November 2023, terdapat lebih dari 719.000 ribu agen BRILink di seluruh Indonesia. Kemudian dari sisi volume transaksi tercatat sebesar Rp 1.293 triliun hingga akhir November 2023.
Transaksi tersebut menunjukkan bahwa AgenBRILink telah mengambil peranan yang sangat penting dalam roda perekonomian serta kehidupan masyarakat. “Agen Laku Pandai milik BRI (AgenBRILink) mampu menjawab karakteristik nasabah di tataran ekonomi akar rumput. Saat ini, masih banyak nasabah yang lebih senang bertransaksi perbankan lewat agen,” tambah Sunarso.
Dia menambahkan, upaya peningkatan kapabilitas pemberdayaan itu tak terlepas dari salah satu aspirasi besar yang ingin dicapai perseroan pada 2025 yaitu menjadi Champion of Financial Inclusion. Inklusi keuangan perlu berkualitas karena terkait kemakmuran. Hal ini sejalan dengan target pemerintah yakni inklusi keuangan mencapai 90% pada 2024.
Baca Juga
“Ketika inklusi keuangan mencapai 90%, sekitar 70% kontribusinya adalah dari BRI. Di mana kontribusi BRI itu mencapai 121,6 juta nasabah. Sedangkan pada 2023 target kontribusinya sekitar 65,4% dengan 107,5 juta nasabah,” ungkap Sunarso.
Selain pemberdayaan, BRI juga melanjutkan transformasi digital dengan Hybrid Bank Business Model untuk meningkatkan penetrasi layanan keuangan (financial inclusion) dan menghadirkan layanan perbankan secara lebih efektif, efisien, dan terintegrasi sesuai dengan journey literasi digital masyarakat Indonesia.
Sunarso mengungkapkan, kemampuan dan kualitas perseroan untuk menyediakan layanan melalui platform digital terus meningkat. Hal itu tercermin dari transformasi BRI yang memberikan dampak positif terhadap inklusi dan literasi keuangan masyarakat yakni Super App BRImo.
Hingga November 2023, Super App BRImo telah digunakan oleh 31 juta user, meningkat pesat dari 2,9 juta user pada akhir Desember 2019. Dari sisi volume transaksi telah mencapai Rp 3.743 triliun atau tumbuh sekitar 58,39% yoy. Ini merupakan salah satu hasil transformasi digital BRI, selain bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, inisiatif ini juga terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pasar.
"BRImo hadir sebagai mobile banking dengan berbagai ekosistem keuangan di dalamnya. Super Apps dan financial superstore dengan kemampuan transaksi lintas batas. BRImo pun memikat hati nasabah karena mampu menjawab kebutuhan nasabah dengan lebih dari 100 fitur di dalamnya," ujar Sunarso.

