OJK Targetkan Tingkat Literasi Keuangan Naik Jadi 53% pada 2024
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Horas VM Tarihoran menargetkan, indeks literasi keuangan dapat meningkat menjadi 53% pada 2024. Untuk itu, program literasi akan ditingkatkan untuk mengejar ketertinggalan dengan indeks inklusi keuangan.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 yang dirilis oleh OJK, indeks literasi keuangan Indonesia sebesar 49,68%. Angka inimasih di bawah indeks inklusi keuangan yang mencapai 85,10%.
"Target kita di tahun 2024 berdasarkan surveinya 53% kalau nggak salah. Jadi akan ada kenaikan harapan kita 4% gitu ya," ujarnya dalam acara diskusi Investortrust Goes to Campus di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Kamis (19/10/2023).
Menurut Horas, meskipun target peningkatan sebesar 4% tersebut terbilang kecil, ini merupakan angka yang luar biasa jika melihat jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 260 juta.
Baca Juga
Perkuat Pengembangan Pasar Karbon, OJK Kerja Sama dengan Abu Dhabi
"Mungkin kalau lihat 4% kecil, tapi kalau dikalikan 260 juta penduduk akan luar biasa gitu kan," imbuhnya.
Horas mengatakan, berbagai upaya meningkatkan literasi sudah ditempuh OJK agar target kenaikan sebesar 4% itu bisa terwujud.Namun demikian, menurut Horas, OJK tidak bisa berjalan sendiri dalam mencapai target tersebut.
Salah satu upaya yang ditempuh melalui kolaborasi dengan berbagai pihak."Tentu kalau dilakukan sendiri oleh OJK itu akan susah gitu ya, karena kita punya keterbatasan, sehingga ini kita perlu mencari cara-cara yang cerdas, dan salah satu yang kita tempuh adalah kita berkolaborasi dengan berbagai pihak," ujarnya.
Selain itu, OJK juga mewajibkan seluruh industri keuangan untuk melakukan kegiatan edukasi, berkolaborasi dengan kementerian lembaga terkait, perguruan tinggi, media massa, pemerintah daerah, dan lain sebagainya.
Baca Juga
OJK Terbitkan Aturan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berkelanjutan
Terakhir, Horas berharap agar gap antara literasi dan inklusi keuangan semakin sempit agar tidak banyak terjadi kerawanan di tengah masyarakat.
"Ini menjadi upaya nasional, literasi keuangan menjadi kampanye nasional yang kita harapkan tadi bisa mempercepat mencapai target-target literasi tadi, paling tidak gap antara inklusi dan literasi itu semakin sempit, nah kalau gapnya lebar, itu banyak terjadi kerawanan-kerawanan yang terjadi di masyarakat, nah kita tidak ingin seperti itu," tandasnya. (CR-2)
Baca Juga
OJK Perintahkan Pembubaran Reksa Dana Berlian Khatulistiwa Saham, BCA Kecipratan Denda

