Laba Bersih Bank Sampoerna Melonjak 129,63%, Cek Faktor Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 129,63% secara year on year (yoy), dari Rp 27 miliar pada 2022 menjadi Rp 62 miliar di tahun lalu.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna, Henky Suryaputra menyebut sejumlah faktor menjadi pendorong pertumbuhan laba, antara lain kenaikan kredit, dana pihak ketiga (DPK), return on equity (ROE) maupun return on asset (ROA).
“Bank Sampoerna berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 11,4 triliun, meningkat 13,2% dibandingkan nilai kredit pada akhir tahun 2022,” ujar Henky Suryaputra, dalam keterangan resminya, Rabu (17/4/2024).
Baca Juga
Kredit Bank Sampoerna Tumbuh 13,2% Jadi Rp 11,4 Triliun Tahun 2023
Menurutnya, sebagian besar penyaluran kredit tersebut difokuskan untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal ini tercermin dari sekitar 68% pinjaman yang diberikan, dimanfaatkan oleh UMKM, termasuk 45% dari keseluruhan pinjaman secara langsung yang diberikan ke UMKM dan sisanya disalurkan melalui lembaga keuangan lain.
Dari sisi penghimpunan dana, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) juga menjadi kontributor lainnya bagi Bank Sampoerna dalam merealisasikan kenaikan laba bersih. Hal ini, menurut Henky, berkat terpeliharanya kepercayan masyarakat untuk menempatkan dananya di Bank Sampoerna.
“Di tahun 2023, total DPK meningkat 22,3% dibandingkan DPK pada akhir tahun sebelumnya menjadi Rp 12,8 triliun. Peningkatan ini melampaui peningkatan DPK industri perbankan keseluruhan yang pada periode yang sama meningkat 6,3%,” katanya.
Baca Juga
Analis Bank Mandiri Ungkap Penyebab Pelemahan Rupiah Usai Libur Lebaran
Sementara dari sisi ROE, berada di level 2,00% pada tahun lalu atau naik 1,03% dari 0,97% pada 2022. Lalu, untuk ROA mencapai 0,53% di tahun lalu atau naik 0,24% dari 0,29% pada 2022. Selain itu, pendapatan non bunga juga mengalami peningkatan.
“Sepanjang 2023 jumlah transaksi digital mencapai 25 juta dengan volume sebesar Rp 102 triliun. Dengan demikian, secara keseluruhan Bank Sampoerna membukukan kenaikan lebih dari dua kali lipat pendapatan non bunga dibandingkan yang dibukukan pada tahun sebelumnya,” jelas Henky.

