Lapor ke Wapres, Bos BSI Sebut Kontribusi ke Halal Value Chain Rp 20 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi melaporkan, pihaknya telah memberikan kontribusi hingga sebesar Rp 20 triliun pada pengembangan ekosistem halal value chain atau industri halal di sepanjang 2023.
Dukungan emiten dengan kode saham BRIS tersebut pada pengembangan industri halal disampaikan Hery dihadapan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, di Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Dijabarkan Hery, setoran tersebut dialokasikan pada subsektor makanan dan minuman halal sebesar Rp 9,21 triliun, subsektor farmasi dan kosmetik halal Rp 8 triliun serta pembiayaan modest fashion mencapai Rp 2,5 triliun.
Baca Juga
"Nilai tersebut kami upayakan untuk terus tumbuh," kata Hery dalam sambutannya saat momentum pemberian santunan kepada 3.333 anak yatim, di Jakarta Convention Center (JCC).
Selain itu Bos BSI tersebut turut membeberkan sejumlah capaian impresif perseroan.
Di antaranya pertumbuhan aset BSI yang mencapai 15,67% year-on-year. Ia menambahkan, capaian ini mengantarkan BSI sebagai bank dengan pertumbuhan aset tertinggi di Indonesia tahun 2023.
Kepada Wapres, Hery Gunardi juga melaporkan perseroan berhasil meraup pertumbuhan laba hingga 34% year-on-year.
"BSI menjadi salah satu bank dengan laba tertinggi di Indonesia," ucap Hery.
Baca Juga
Terbaru, Hery turut mengungkap performa saham BSI di lantai bursa. Emiten dengan kode saham BRIS tersebut berhasil mencapai peningkatan 63% year-to-date.
Menurut Hery, peningkatan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di antara emiten perbankan lain.
Hal tersebut sekaligus mengantarkan BRIS menyentuh market cap hampir Rp 132 triliun. "BSI berhasil masuk ke top 10 global Islamic Bank," ujar Hery.
Adapun pemberian santunan kepada 3.333 anak yatim oleh BSI merupakan rangkaian perayaan milad BSI ketiga tahun.
Wapres Ma'ruf Amin turut membersamai jajaran Direksi BSI dalam memberikan santunan kepada perwakilan anak yatim.

