Generali Catat Kenaikan Klaim Penyakit Kritis 34,16% di 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatatkan tren kenaikan klaim untuk penyakit kritis sebanyak 34,16% secara year on year (yoy) tahun 2023.
“Berdasarkan tren klaim Generali Indonesia, klaim penyakit kritis di tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 32,25% dari sisi jumlah kasus, dan sebesar 34,16% dari sisi nominal klaim,” ujar CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga
Mahendra: Pendapatan Premi Asuransi Tumbuh, Jadi Rp 320,88 Triliun
Namun, dari peningkatan tersebut ia tidak menjelaskan secara rinci berapa angka atau besaran rupiah untuk klaim yang telah dibayarkan oleh Generali. Meski begitu, terdapat sejumlah penyakit kritis dengan kasus terbanyak yang telah diklaim, salah satunya penyakit jantung.
“Beberapa jenis penyakit kritis dengan kasus terbanyak adalah kanker payudara, gagal ginjal kronis, sumbatan pembuluh darah jantung dan serangan jantung, serta stroke,” katanya.
Ia mengatakan, tren peningkatan klaim ini memang sejalan dengan angka kasus penyakit kritis yang juga terus menanjak di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) menunjukan, ada 10 penyakit kritis yang menyebabkan kematian tertinggi di dalam negeri, salah satunya penyakit jantung. Penyakit ini pula menjadi salah satu yang masuk dalam daftar penyakit yang menghabiskan biaya besar oleh BPJS.
Baca Juga
Net Buy Kian Besar Rp 1,46 Triliun, Asing Lagi-lagi Borong Saham Bank
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya sangat penting bagi masyarakat untuk memiliki proteksi asuransi. “Tentunya semakin luas dan lengkap proteksi penyakit kritis, akan semakin memberikan ketenangan. Sehingga, saat harus menghadapi penyakit tersebut bisa fokus pada penyembuhan, tanpa perlu khawatir terkait biaya,” pungkas Edy. (CR-13)

