OJK Perkirakan Penyaluran Pembiayaan Meningkat pada Ramadan
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan penyaluran pembiayaan akan meningkat pada bulan Ramadan atau satu bulan sebelum Idulfitri.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengungkapkan, perkiraan itu berdasarkan data penyaluran pembiayaan selama lima tahun terakhir.
"Berdasarkan data penyaluran pembiayaan selama lima tahun terakhir, selalu terdapat tren peningkatan penyaluran pembiayaan satu bulan sebelum Idulfitri atau pada bulan Ramadan, khususnya penyaluran pembiayaan multiguna pada kendaraan bermotor," ujar Agusman dalam jawaban tertulis Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan & Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan (RDKB) Februari 2024, dikutip Jumat (8/3/2024).
Baca Juga
Lebih lanjut, Agusman menjelaskan, hal itu terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat atas kendaraan bermotor untuk keperluan mudik atau bepergian selama libur Lebaran.
Selain itu, OJK juga memperkirakan peningkatan penyaluran pembiayaan di sektor pembiayaan buy now pay later (BNPL). Hal ini dikarenakan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada saat bulan Ramadan dan Lebaran, seperti pembelian barang-barang persiapan untuk puasa dan Lebaran, serta pembelian tiket transportasi untuk mudik lebaran.
Adapun dari sisi supply, Agusman membeberkan, perusahaan pembiayaan menyambut demand tersebut dengan mengeluarkan penawaran-penawaran khusus seperti nominal down payment yang lebih rendah, bonus pembayaran satu angsuran hingga suku bunga yang lebih rendah.
Baca Juga
29,2 Juta UMKM Belum Bisa Akses Pembiayaan, Bisa Terjerat Rentenir
"Dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi tersebut, OJK memproyeksikan pada Maret 2024 pertumbuhan piutang pembiayaan berada pada kisaran 11% hingga 13% year on year (yoy)," ungkapnya.
Berkenaan dengan adanya tren peningkatan penyaluran pembiayaan tersebut, Agusman pun meminta perusahaan pembiayaan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran pembiayaan, sehingga pertumbuhan piutang tersebut tidak diiringi dengan kenaikan risiko kredit.

