Soal Spin Off, Empat Objek Ini Jadi Fokus Due Diligence UUS BTN
JAKARTA, investortrust.id - Saat ini proses pemisahan bisnis syariah atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjadi bank umum syariah (BUS) masih dalam tahap penelaahan menyeluruh (due diligence).
"Ada empat objek yang saat ini menjadi fokus utama kami dalam melakukan due diligence, yaitu terkait portofolio finansial, due diligence terkait hukum, due diligence terhadap teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM)," kata Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers paparan kinerja 2023 BTN, di Jakarta, Senin (12/2/2024).
Baca Juga
Menurut dia, empat fokus tersebut sangat urgen dan prosesnya tengah dilakukan. “(Fokus) yang lainnya mungkin bisa menyusul ya, tapi empat hal yang urgen ini sedang kami lakukan, sudah jalan. Kami belum bisa kasih laporannya karena belum berakhir,” kata Nixon.
Ia menargetkan seluruh proses due diligence akan benar-benar selesai pada April tahun ini. “Kita harapkan kelar di April dan pada April kita ambil keputusan pada saat itu setelah membaca laporan hasil due diligence,” jelasnya.
Baca Juga
BBTN Optimistis Aset UUS Tembus Rp 50 Triliun, Syarat Spin Off Terpenuhi?
Hingga Desember 2023, total aset UUS BTN tercatat Rp 54,3 triliun. Jumlah ini meningkat 19,87% dibanding periode yang sama 2022 di angka Rp 45,3 triliun. Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023, apabila aset sebuah UUS telah mencapai di atas Rp 50 triliun atau melebihi 50% dari aset induknya, UUS tersebut diwajibkan untuk spin off.

