Oustanding Pembiayaan Pinjol Tumbuh 18%, AFPI Ungkap Faktor Pendukungnya
JAKARTA, Investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan outstanding pembiayaan di industri financial technologi peertopeer (fintech P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) terus melanjutkan peningkatan. Hingga November 2023outstanding pembiayaan industri pinjol tumbuh sebesar 18,05% year on year (yoy) menjadi Rp 59,38 triliun.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pun membeberkan faktor-faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan outstanding tersebut.
"Jadi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut tentunya itu tidak lepas dari kerja sama antara OJK sebagai otoritas, sebagai regulator, kami sebagai asosiasi, dan juga tentunya para player atau para anggota kami. Mereka terus melakukan inovasi-inovasi. Terutama inovasi dalam mitigasi risiko kredit," ujar Corporate Communication Director AFPI, Andrisyah Tauladan kepada Investortrust.id di Kantor AFPI, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2024).
Lebih lanjut, Andrisyah mengungkapkan, mereka juga banyak melakukan literasi keuangan secara mandiri.
Baca Juga
Outstanding Pembiayaan P2P Lending Naik 18,06% Jadi Segini...
"Ini tentunya menjadi faktor pendukung untuk pertumbuhan. (selain itu) gap kebutuhan dana begitu besar. Jadi bisa dibilang di industri ini persaingannya itu masih sangat sehat karena memang semua player mendapat bagian, karena gap-nya tadi begitu besar,” ungkapnya.
Selain itu, kata Andrisyah, dari segi regulasi juga semakin jelas. "OJK memberikan regulasi di POJK yang baru dan implementasi sudah dilakukan. Oleh karena itu, good corporate governance atau GCG dari teman-teman juga semakin meningkat. Sehingga reach-nya jadi semakin luas," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan, outstanding pembiayaan industri pinjol tumbuh sebesar 18,05% year on year (yoy) menjadi Rp 59,38 triliun.
"Pertumbuhan outstanding pembiayaan di November 2023, terus melanjutkan peningkatan menjadi 18,05% yoy. Di Oktober 2023 tumbuh 17,66% yoy," ujar Agusman dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2023, Selasa (9/1/2024).
Adapun, jelas Agusman, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) dalam kondisi terjaga di posisi 2,81% di November 2023. Sedangkan di Oktober 2023 mencapai 2,89%.
Corporate Communication Director AFPI, Andrisyah Tauladan berfoto untuk Investortrust.id di Centennial Tower, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.

