IIF Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan Lewat Inovasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) meraih tiga penghargaan internasional pada 20 Oktober 2026, masing-masing atas inovasi operasional serta layanan konsultasi dan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG).
IIF meraih penghargaan Operational Innovation of the Year – Financial Services dalam ajang Asian Innovation Excellence Awards 2026. Pada hari yang sama, perusahaan juga memperoleh penghargaan Best ESG Advisory dan Best ESG Service Provider dalam CorporateTreasurer Awards 2026.
Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, penghargaan tersebut mencerminkan pengembangan inovasi operasional, layanan konsultasi, dan kapabilitas ESG perusahaan untuk membantu klien menghadapi tantangan di sektor infrastruktur.
“Penghargaan tersebut mencerminkan bagaimana inovasi, layanan advisory, dan penguatan kapabilitas ESG yang dikembangkan IIF membantu klien menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kebutuhan akan pengambilan keputusan yang lebih cepat, pengelolaan risiko iklim, hingga peningkatan akses terhadap sumber pembiayaan berkelanjutan,” ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga
IIF Pangkas Waktu Penilaian Awal Pembiayaan Infrastruktur hingga 30% Lewat Digitalisasi
Penghargaan Asian Innovation Excellence Awards 2026 diberikan atas transformasi fungsi Financial Planning & Analysis IIF. Melalui transformasi tersebut, fungsi pelaporan dikembangkan menjadi platform pengambilan keputusan berbasis data yang lebih cepat dan terintegrasi, sehingga mendukung evaluasi proyek dan pelayanan kepada klien.
Sementara itu, penghargaan CorporateTreasurer Awards 2026 diberikan atas kontribusi IIF melalui layanan ESG Advisory. Layanan ini mencakup pendampingan kepada klien untuk memperkuat praktik keberlanjutan serta pengelolaan risiko ESG dalam kegiatan bisnis dan investasi.
Perkuat Pengelolaan Risiko Iklim
Dalam pengelolaan risiko keberlanjutan, IIF telah mengintegrasikan Climate Risk Management ke dalam kerangka Enterprise Risk Management. Sejak 2025, prosedur implementasi kebijakan pengelolaan risiko iklim diterapkan pada proyek berjalan maupun proyek dalam tahap perencanaan atau pipeline.
Penerapan tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketahanan proyek terhadap risiko iklim fisik dan risiko transisi, termasuk perubahan yang berkaitan dengan peralihan menuju ekonomi rendah karbon.
Baca Juga
IIF Buka Akses Pendanaan GCF hingga US$ 250 Juta untuk Proyek Hijau
IIF juga mengadopsi standar pelaporan keberlanjutan internasional IFRS S1 dan IFRS S2. Adopsi standar tersebut bertujuan menyelaraskan praktik pelaporan perusahaan dengan standar internasional serta meningkatkan transparansi pengelolaan risiko keberlanjutan.
Selain menyediakan pembiayaan dan layanan konsultasi, IIF menyelenggarakan program berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas bagi klien. Salah satunya melalui pelatihan pengukuran emisi gas rumah kaca (GRK) untuk membantu klien memahami metodologi penghitungan emisi dan mempersiapkan pelaporan keberlanjutan.
Sepanjang 2025–2026, IIF juga berpartisipasi dalam berbagai forum internasional terkait pembiayaan infrastruktur berkelanjutan.
Melalui pembiayaan, layanan konsultasi, dan inovasi berbasis data, IIF menyatakan akan terus mendukung pengembang proyek, badan usaha milik negara (BUMN), dan pelaku usaha dalam mengembangkan proyek infrastruktur yang layak dibiayai (bankable), tangguh, dan berkelanjutan.
