Forum IMF-World Bank Bahas Penguatan Keuangan Syariah ASEAN
Poin Penting
|
BANGKOK, investortrust.id – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mendorong penguatan integrasi pasar keuangan syariah di ASEAN untuk memperluas akses pembiayaan inklusif dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama Bank BSN Arga M. Nugraha menyampaikan hal tersebut dalam forum internasional bertema Keuangan Syariah: Dari Ketahanan Krisis menuju Pembiayaan Transisi di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2026 di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10/2026).
Forum yang diselenggarakan Islamic Bank of Thailand bersama International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC) tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari kawasan ASEAN, Afrika, dan Timur Tengah.
Dalam diskusi tersebut, Arga menyoroti perlunya transformasi model pembiayaan perbankan syariah agar lebih berorientasi pada prinsip bagi hasil, pengukuran dampak pembiayaan, serta penguatan kolaborasi lintas negara.
“Proses tukar pikiran dan dialog internasional harus terus dilakukan dan dijaga momentumnya, terutama untuk membantu mengurangi fragmentasi pasar keuangan syariah di ASEAN,” ujar Arga dalam siaran pers, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga
ISEF 2026: ”Kebaikan untuk Semua” Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia
Menurut dia, integrasi dan interoperabilitas pasar keuangan syariah regional penting untuk memperluas akses layanan keuangan bagi lebih dari 250 juta umat Muslim di ASEAN.
Forum tersebut juga membahas potensi instrumen keuangan syariah, seperti sukuk serta akad musyarakah dan mudharabah, untuk mendukung pembiayaan sektor energi terbarukan, infrastruktur berkelanjutan, serta usaha kecil dan menengah (UKM).
Selain pembiayaan komersial, para peserta menyoroti pentingnya integrasi dana sosial Islam, seperti zakat dan wakaf, ke dalam ekosistem keuangan yang lebih luas guna memperkuat perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan.
Baca Juga
KNEKS Gandeng LAN RI, Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah ASN Bakal Diperkuat
Dalam forum yang sama, pimpinan Islamic Development Bank (IsDB) Group Muhammad Sulaiman Al Jasser menekankan bahwa keberhasilan industri keuangan syariah tidak cukup diukur dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat dan ketahanan komunitas.
Sebagai tindak lanjut, Islamic Bank of Thailand akan merumuskan rekomendasi kebijakan bertajuk Bangkok Policy Note. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan pengembangan keuangan transisi Islam melalui penguatan ketahanan institusi, perluasan inklusi keuangan, serta integrasi ekosistem keuangan syariah ASEAN dengan pasar global.
