Prudential Soroti Risiko Menunda Berobat Saat Biaya Kesehatan Makin Mahal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kebiasaan menunda pemeriksaan kesehatan dinilai dapat membuat penyakit terdeteksi ketika kondisinya sudah lebih serius.
World Health Organization (WHO) mencatat, sekitar 26,6% masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membiayai layanan kesehatan pada 2025. Pengeluaran kesehatan dari kantong masyarakat (out of pocket) diperkirakan mencapai Rp 175 triliun.
Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengungkapkan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menyiapkan perlindungan kesehatan sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
“Di tengah tingginya biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit di Indonesia, memilih produk asuransi kesehatan dari perusahaan yang mampu memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mendampingi nasabah dalam tiap tahapan, menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga
Total Premi Prudential Indonesia Naik 25% Jadi Rp 12,2 Triliun pada Semester I 2026
Di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan, Prudential Indonesia menyoroti keputusan menunda berobat juga berpotensi menambah beban finansial keluarga.
Studi Prudential plc bersama Economist Impact bertajuk Suara Pasien Indonesia menunjukkan, sembilan dari 10 responden mengaku pernah menunda perawatan kesehatan. Hampir separuh di antaranya bahkan melakukan penundaan berulangkali.
Baca Juga
Prudential Indonesia Dorong Nasabah Rutin Review Polis Unit Link Agar Perlindungan Tetap Optimal
Studi tersebut menemukan sejumlah hambatan, mulai dari keterbatasan informasi kesehatan hingga kecenderungan mendahulukan kebutuhan keluarga. Faktor biaya juga menjadi salah satu pertimbangan.
Menurut Yosie, perlindungan kesehatan perlu disesuaikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat sepanjang tahapan kehidupan, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga dukungan ketika membutuhkan perawatan.
“Prudential Indonesia menghadirkan berbagai solusi perlindungan yang dirancang untuk menemani kebutuhan kesehatan nasabah yang terus berkembang, mulai dari langkah preventif, deteksi dini, hingga dukungan ketika membutuhkan perawatan,” katanya.
