Antusiasme Generasi Muda Meningkat, Peserta ISFO 2026 Tembus 11.952 Orang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ajang Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 mencatatkan lonjakan partisipasi yang signifikan dari generasi muda. Pada gelaran ISFO 2026, total peserta tercatat mencapai 11.952 orang, tumbuh sebesar 15,3% dari tahun 2025 yang berada di angka 10.367 peserta.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (KE PEPK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono mengungkapkan, antusiasme tinggi ini sekaligus mencerminkan makin kuatnya literasi serta inklusi keuangan syariah di kalangan pelajar, mahasiswa, hingga wirausaha muda di seluruh Indonesia.
"Bagi saya, bagi OJK, ini bukan sekadar angka, tapi lebih menunjukkan betapa sebenarnya animo dari adik-adik sekalian untuk belajar, menguji kemampuan, ikut terlibat, kemudian yang pasti adalah ikut terus melakukan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan keuangan syariah," ujar Dicky dalam acara Puncak Acara Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) Tahun 2026 di Aula Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Kenaikan sejalan juga terlihat pada jumlah tim yang berkompetisi, di mana tahun ini tercatat sebanyak 4.030 tim, meningkat 15% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 3.504 tim. Secara rinci, kategori CCKS Pelajar mendominasi jumlah partisipasi dengan total 8.529 peserta yang terbagi ke dalam 2.843 tim. Kategori CCKS Mahasiswa menyumbang 3.126 peserta dari 1.042 tim.
Sementara itu, kategori Wirausaha Muda Syariah mencatatkan partisipasi sebanyak 297 peserta yang tergabung dalam 145 tim. Tingginya keterlibatan generasi muda dari berbagai kelompok ini dinilai menjadi modal penting untuk membentuk masyarakat yang cerdas, produktif, dan berdaya saing melalui ekosistem keuangan syariah.
Lebih lanjut, Dicky menggarisbawahi bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital yang berada di genggaman (at your fingertips) membawa kemajuan sekaligus risiko yang tinggi. Maraknya kasus pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, scam, fraud, hingga ancaman keamanan data pribadi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi.
Baca Juga
951 Entitas Sudah Ditindak, Mengapa Pinjol Ilegal Terus Bermunculan?
Oleh karena itu, OJK mendorong kolaborasi strategis bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyelipkan pemahaman ekosistem keuangan digital dan risikonya ke dalam kurikulum pendidikan, bahan ajar, serta pelatihan guru.
Dari Knowing Menjadi Doing
ISFO tahun ini tidak hanya menguji pengetahuan teori melalui Cerdas Cermat Keuangan Syariah, tetapi juga mendorong aksi nyata lewat kategori Wirausaha Muda Syariah. Melalui kategori ini, gagasan dan inovasi peserta diarahkan agar dapat diterapkan langsung dalam kegiatan ekonomi yang bermanfaat.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, OJK mendorong sektor industri perbankan dan jasa keuangan syariah agar memfasilitasi proses business matching bagi para wirausaha muda syariah guna mendukung perluasan UMKM berbasis syariah.
"Jadi prosesnya tidak hanya berhenti pada knowing, tapi juga kita bekerja terus-menerus untuk menjadi doing. Nah, ini yang penting. Karena kalau hanya kita bicara mengenai teori tapi tidak bisa praktik, kita punya konsep tapi tidak bisa implementasi, tentunya perekonomian kita tidak ke mana-mana," tutur Dicky.
