BI Bidik 69,32 Juta Pengguna QRIS pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Bank Indonesia (BI) terus berfokus untuk memperluas akseptasi dari QRIS. Salah satunya melalui peningkatan jumlah merchant di QRIS yang sudah mencapai 47,11 juta atau dengan pertumbuhan 13,83% secara tahunan.
“Pengguna QRIS kita targetkan di akhir tahun ini mencapai 69,32 juta, tumbuh 20,26% secara tahunan,” ujar Gubernur BI, Destry Damayanti saat Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Selain itu, Destry mengatakan bahwa BI juga mengakseptasi peluncuran Kartu Kredit Indonesia (KKI). Total kartu yang ditawarkan, diterbitkan, dan diaktivasi pasca peluncuran kartu pada Agustus 2026 mencapai 32.457.
Destry menjelaskan bahwa BI juga terus menguatkan struktur industri sistem pembayaran. Industri sistem pembayaran diarahkan untuk menata industri yang semakin sehat, kompetitif, dan berdaya tahan.
Adopsi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang terus meluas. Pada Agustus 2026, transaksi melalui SNAP mencapai 2,69 miliar transaksi atau tumbuh 67,16% secara tahunan.
Baca Juga
QRIS Raih Penghargaan Global 50-in-5 di Sidang Majelis Umum PBB ke-81
Ke depan, kata Destry, BI juga meningkatkan infrastruktur sistem pembayaran BI Fast. Saat ini optimalisasi BI Fast telah mencapai volume transaksi ritel mencapai 549 juta transaksi atau tumbuh 37,72% secara tahunan.
“Ini juga akan mengembangkan New BI Fast yang scalable dan modular, modernisasi BI-RTGS, serta penguatan infrastruktur dasar untuk menjaga ketahanan dan integritas transaksi,” ucap dia.
Destry berharap semua rencana ini dapat terwujud ketika ada sinergi seluruh pemangku kepentingan. BI akan berpartisipasi penuh dalam Sinergi Merah Putih yang melibatkan pemerintah, industi, hingga masyarakat. Ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target yang diharapkan pemerintah.
Baca Juga
Bank Indonesia Terus Perluas Jangkauan QRIS Antarnegara, Bidik Pasar India hingga Arab Saudi
