OJK Beri Tips Menabung hingga Atur Keuangan Bagi Siswa Sekolah Rakyat di Bekasi
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi untuk membangun kebiasaan menabung dan cerdas mengatur keuangan sejak dini.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, kebiasaan menabung tidak harus menunggu seseorang memiliki uang dalam jumlah besar.
“Justru supaya uangnya banyak kita harus nabung. Jadi sedikit demi sedikit kita harus bisa menabung,” dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026, di SRMA 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Friderica memberikan contoh sederhana kepada para siswa dalam mengatur uang saku. Jika mendapatkan uang Rp 20.000, misalnya, sebagian uang dapat langsung disisihkan untuk ditabung, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Jadi, harus pintar-pintar kita membiasakan diri menabung sejak dini,” katanya.
Baca Juga
OJK Soroti Kebiasaan Menabung Gen Z, Godaan Belanja Online Jadi Tantangan
Menurut Friderica, kemampuan mengatur keuangan merupakan salah satu bentuk superpower yang perlu dimiliki generasi muda saat ini. Sebab, kecerdasan finansial akan membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk mencapai berbagai cita-cita di masa depan.
“Ini makanya hari ini kita semua mengajarkan adik-adik untuk bisa financial is smart as your superpower,” ucapnya.
Target Inklusi Keuangan 98% pada 2045
Lebih lanjut, Friderica mengatakan OJK bersama kementerian dan lembaga memiliki komitmen untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk di kalangan anak-anak Indonesia.
Upaya itu sejalan dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2045. Pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan Indonesia dapat mencapai 98% pada 2045.
“InsyaAllah ini bisa tercapai dan ini adalah kerja sama dengan seluruh pihak yang hari ini kita lihat sangat mendukung,” ujar Friderica.
Dalam meningkatkan akses keuangan, khususnya di kalangan pelajar, OJK bersama industri jasa keuangan menjalankan sejumlah program, antara lain simpanan pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) serta program Simuda yang menyasar mahasiswa.
Friderica mengatakan, sepanjang satu tahun terakhir telah terdapat sekitar 679.000 rekening pelajar baru yang dibuka melalui berbagai upaya peningkatan inklusi keuangan.
Baca Juga
Selain itu, terdapat sekitar 270.000 kegiatan Bank Goes to School serta sekitar 16.000 pelajar yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan.
“Dan yang khusus, spesial di tahun ini adalah untuk pertama kalinya kita kerja sama dengan Sekolah Rakyat. Ini seolah yang digagas oleh Bapak Presiden,” kata Friderica.
Ia berharap, kebiasaan menabung dan cerdas dalam mengelola keuangan dapat membantu para siswa mewujudkan cita-cita sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Mulai hari ini harus berani bermimpi dan juga memastikan dirimu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” ucap Friderica.
