Literasi Keuangan Pelajar Masih 62%, OJK: Jadi PR Bersama
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti rendahnya tingkat literasi keuangan pada segmen pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62%.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, angka tersebut masih menjadi perkerjaan rumah (PR) bersama bagi pemerintah, OJK, pelaku usaha jasa keuangan, maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Untuk segmen pelajar dan mahasiswa, literasinya masih 62% dan juga inklusinya 92%, sehingga masih menjadi PR kita semua bagaimana meningkatkan segmen pelajar dan mahasiswa terkait dengan indeks literasi dan inklusi keuangannya,” ujarnya, dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga
Friderica menjelaskan, secara nasional tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia telah mencapai 69%, sedangkan tingkat inklusinya mencapai 93%.
Sedangkan, pada segmen pelajar dan mahasiswa, tingkat inklusi keuangan sebenarnya sudah relatif tinggi, yaitu 92%, namun masih terdapat kesenjangan dengan tingkat literasinya.
Menurut Friderica, kondisi itu menunjukkan pentingnya memperkuat pemahaman keuangan sejak usia sekolah. Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap produk dan layanan keuangan, tapi juga kemampuan masyarakat memahami serta menggunakan produk tersebut secara bijak.
OJK pun terus mengembangkan berbagai program edukasi dan literasi keuangan dengan melibatkan pelaku usaha jasa keuangan serta kementerian dan lembaga terkait.
“Kita melakukan orkestrasi dari seluruh program edukasi dan literasi kepada masyarakat,” kata Friderica.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang menjadi wadah untuk mengorkestrasi berbagai program edukasi dan literasi keuangan masyarakat.
OJK juga bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang telah dibentuk di seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.
Baca Juga
Inklusi Keuangan Capai 93% tapi Literasi Masih 70%, AFPI: Ada Gap yang Harus Ditutup
Selain itu, OJK memberikan perhatian khusus terhadap pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelajar untuk mulai mengenal sekaligus mempraktikkan kebiasaan menabung sejak dini.
Pada tahun ini, OJK juga menggandeng Kementerian Sosial melalui program Sekolah Rakyat. Kerja sama tersebut mencakup 29 Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi dan literasi keuangan kepada generasi muda.
Friderica menilai kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk meningkatkan literasi keuangan pelajar secara berkelanjutan.
“Ini semoga semakin menyemangati untuk ke depan sama-sama kita memberikan perhatian kepada anak-anak kita, anak-anak pelajar di seluruh Indonesia,” ucapnya.
