Transaksi Melesat 513%, Prestasi Bank Sampoerna Ikut Menanjak
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bank Sahabat Sampoerna, bank yang fokus mendukung kebutuhan pelaku UMKM, mencatat lonjakan transaksi melalui layanan Banking as a Service (BaaS) hingga 513,3% secara tahunan pada kuartal II-2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan infrastruktur perbankan digital oleh mitra dari berbagai sektor.
Layanan BaaS Bank Sampoerna mencatat lebih dari 906 juta transaksi sepanjang kuartal II-2026, meningkat 513% dari 147 juta transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Total volume transaksi hingga akhir Juni 2026 juga mencapai Rp 168 triliun, naik 187% dari Rp 58,7 triliun pada Juni 2025. Pertumbuhan tersebut terjadi ketika masyarakat semakin mengandalkan kanal digital untuk melakukan pembayaran dan transaksi keuangan.
Baca Juga
Perkembangan bisnis digital Bank Sampoerna juga tercermin dari tiga penghargaan yang diraih dalam Prima Awards 2026. Ajang yang diselenggarakan PT Rintis Sejahtera tersebut berlangsung di Nusa Dua, Bali, belum lama ini. Bank Sampoerna meraih Platinum Awards untuk kategori Best Acquiring Bank All Features, Best Acquiring Digital Payment Channels, dan Best Transaction Growth All Channels.
Direktur Information Technology Bank Sampoerna Hendra Rahardja mengatakan transformasi digital yang dilakukan perseroan telah memasuki tahap baru seiring bertambahnya mitra strategis yang menggunakan infrastruktur pembayaran Bank Sampoerna.
“Kami tetap memegang teguh esensi sebagai bank yang terus mendorong UMKM bertumbuh. Ekosistem digital ini justru semakin mendukung UMKM naik kelas melalui akses pendanaan dan transaksi harian yang semakin mudah. Di sisi lain, Bank Sampoerna berkomitmen penuh menyediakan infrastruktur pembayaran yang andal, aman, dan dapat diandalkan oleh para mitra,” ujar Hendra dikutip Senin (24/8/2026).
Bank Sampoerna telah menggandeng lebih dari 50 perusahaan yang terdiri atas perusahaan teknologi finansial (fintech), multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya melalui kerja sama berbasis BaaS. Kerja sama tersebut memungkinkan nasabah dari masing-masing mitra mengakses berbagai layanan transaksi yang terhubung dengan infrastruktur perbankan Bank Sampoerna. Model ini membuat perusahaan mitra tidak harus membangun seluruh infrastruktur perbankan secara mandiri.
Digital Initiative, Fintech, & Partnership Division Head Bank Sampoerna Wibiyanto Cahyadi mengatakan perseroan menyediakan sejumlah layanan keuangan berbasis SNAP atau Standard National Open API Payment. SNAP merupakan standar antarmuka pemrograman aplikasi pembayaran yang memungkinkan sistem perusahaan terhubung dengan layanan keuangan secara lebih terstruktur.
Melalui layanan tersebut, mitra dapat menghubungkan sistem mereka secara langsung dengan infrastruktur Bank Sampoerna. Integrasi dilakukan untuk mendukung transaksi yang lebih cepat, aman, dan efisien sesuai kebutuhan masing-masing bisnis. Layanan yang tersedia mencakup virtual account host-to-host, transfer dana secara real-time, QRIS, kartu ATM dan debit, open banking, serta berbagai solusi transaksi lainnya.
Pengembangan infrastruktur tersebut juga mendukung kebutuhan perusahaan dalam mengelola transaksi dalam jumlah besar. Bagi pelaku usaha, integrasi sistem pembayaran dengan layanan perbankan dapat membantu mempercepat proses transaksi sekaligus menyederhanakan pengelolaan pembayaran. Pertumbuhan volume transaksi yang mencapai Rp 168 triliun hingga Juni 2026 menjadi salah satu indikator peningkatan penggunaan layanan tersebut. Dibandingkan Rp 58,7 triliun pada Juni 2025, nilai transaksi meningkat Rp 109,3 triliun dalam setahun.
Baca Juga
Wibiyanto mengatakan Bank Sampoerna akan terus mengembangkan kapabilitas BaaS sebagai bagian dari upaya menjadi mitra finansial yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.
“Bank Sampoerna akan menjadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memberikan layanan terbaik. Kami percaya bahwa inovasi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat merupakan kunci untuk menciptakan solusi finansial menyeluruh yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas dan nilai tambah bagi nasabah,” ujar Wibiyanto.

