Rambah Pasar Singapura, Labamu Perluas Jangkauan Platform Bisnis di Asia Tenggara
JAKARTA, investortrust.id - PT Labamu Sejahtera Indonesia (Labamu) memperkuat fondasi ekosistem solusi bisnis terintegrasi sekaligus mengepakkan sayap ke pasar regional. Langkah strategis ini diawali dengan merambah pasar Singapura untuk mendampingi pelaku usaha lintas negara dalam mengelola operasional yang kian kompleks.
Di Indonesia, salah satu fokus Labamu adalah memperkuat solusi ERP untuk industri manufaktur, yang memungkinkan perusahaan mengelola produksi, Bill of Materials (BOM), bahan baku, inventaris, pembelian, penjualan, hingga pelaporan bisnis dalam satu platform. Langkah ini semakin relevan seiring besarnya peran manufaktur terhadap perekonomian nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan berkontribusi sekitar 19,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Sementara itu, industri furnitur nasional mencatat nilai ekspor sebesar US$ 1,67 miliar sepanjang Januari hingga November 2025.
Founder & CEO Labamu Emmanuel van de Geer mengatakan bahwa pertumbuhan bisnis sering kali diikuti dengan operasional yang semakin kompleks. Menurut Emmanuel, ketika bisnis bertumbuh, tantangannya bukan hanya bagaimana menjual lebih banyak, tetapi bagaimana mengelola kompleksitas yang ikut bertambah.
"Kami ingin membantu bisnis menghubungkan berbagai proses operasional dan data agar mereka dapat bekerja lebih efisien dan mengambil keputusan lebih cepat,” ujar Emmanuel di Kantor Investortrust.id, Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga
Labamu Perkuat Transformasi Digital Bisnis Lewat Integrasi ERP dan AI
Sejalan dengan pertumbuhan bisnisnya, Labamu mulai memperluas jangkauan ke Singapura, membawa ekosistem solusi bisnis mulai dari POS, inventory, invoicing, omnichannel, HRIS, hingga solusi operasional restoran (Restaurant Management System/RMS).
Ekspansi ini menjadi langkah awal Labamu untuk memperluas penerapan platformnya di luar Indonesia dan menjawab kebutuhan bisnis di pasar yang berbeda.
Emmanuel menjelaskan, Singapura menjadi langkah penting dalam perjalanan perusahaan untuk tumbuh melampaui Indonesia. Labamu ingin membuktikan bahwa solusi yang dibangun dapat menjawab kebutuhan bisnis di berbagai pasar, dengan satu tujuan yang sama membuat pertumbuhan lebih sederhana.
Meski telah merencanakan ekspansi luar negeri, fokus utama pengembangan produk dan strategi pasar Labamu dipastikan tetap berpusat di Indonesia. Head of Brand Communication Labamu Putri Rusli mengungkapkan bahwa ekspansi ke Singapura tidak akan memindahkan fokus pengembangan teknologi maupun tim teknis (engineer) dari Indonesia. Kantor di Singapura nantinya lebih difokuskan pada aktivitas operasional dan penjualan.
"Semua pengembangan dilakukan di Indonesia untuk pasar Singapura. Kantor Singapura akan lebih difokuskan pada fungsi operasional dan sales. Pemasaran, platform situs web, hingga strategi branding semuanya dibangun di Indonesia," jelas Putri.
Baca Juga
Terkait ekspansi ke negara Asia Tenggara lainnya, Emmanuel menambahkan bahwa perusahaan sempat melirik Vietnam, namun belum mengambil keputusan final. Labamu memilih untuk berhati-hati dan fokus menyelesaikan tahap ekspansi yang sedang berjalan sebelum menentukan prioritas negara selanjutnya di tingkat regional.
"Fokus utama kami tahun ini masih di Indonesia. Kami mulai berekspansi ke Singapura di akhir tahun," tutur Emmanuel.
Di Indonesia, perusahaan yang didukung oleh Standard Chartered Ventures ini juga terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri. Pada 2026, Labamu berpartisipasi dalam Indonesia International Furniture Expo (IFEX) bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), yang dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Indo Wood Expo 2026 di Surabaya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Labamu untuk memperluas pemanfaatan teknologi di sektor manufaktur, khususnya industri furnitur dan kerajinan.

