Emas Kelolaan Tembus 153 Ton, Pegadaian Genjot Kolaborasi dengan Bank
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pegadaian (Persero) membuka peluang kerja sama dengan sejumlah bank untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan Tabungan Emas. Setidaknya terdapat 4-5 bank yang diproyeksikan bergabung dalam ekosistem Tabungan Emas Pegadaian dalam waktu dekat.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan nasabah melalui ekosistem digital perbankan.
“Kita tidak membatasi, kita akan buka seluas-luasnya sehingga semua orang punya hak untuk mensejahterakan diri,” ujar Yos saat peluncuran layanan Tabungan Emas Pegadaian di aplikasi myBCA, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga
Gandeng Pegadaian, Nasabah BCA (BBCA) Kini Bisa Beli Emas via myBCA
Menurut Yos, saat ini sudah lebih dari 15 institusi yang terintegrasi dengan Pegadaian dalam layanan emas. Pegadaian juga tengah menyiapkan kerja sama dengan sejumlah bank lain. Sementara itu, masih terdapat sekitar 4-5 bank lainnya yang berpotensi menyusul.
Yos mengatakan, kolaborasi dengan perbankan menjadi penting bagi Pegadaian karena bank memiliki basis nasabah yang besar dan ekosistem digital yang luas. Dengan menggandeng bank, akses masyarakat terhadap investasi emas dapat diperluas tanpa Pegadaian harus membangun seluruh kanal distribusi sendiri.
“Karena kita punya keterbatasan untuk menjangkau nasabah. Teman-teman bank lain ini punya nasabahnya sendiri, why not kita berkolaborasi?” ujarnya.
Kerja sama tersebut juga terlihat dari peluncuran layanan Tabungan Emas melalui aplikasi myBCA dan myBCA versi web. Melalui layanan ini, nasabah BCA dapat membuka rekening Tabungan Emas dan melakukan transaksi emas secara digital, sementara emas fisiknya dikelola dan disimpan oleh Pegadaian.
Yos mengatakan, apabila seluruh nasabah myBCA yang mencapai sekitar 15,8 juta menggunakan layanan Tabungan Emas, mereka secara otomatis akan menjadi bagian dari ekosistem nasabah Pegadaian karena aset emas fisiknya disimpan dan dikelola Pegadaian.
“Nasabah BCA akan menjadi nasabah Pegadaian. Karena di belakang emas fisiknya kita yang simpan,” jelasnya.
Dari sisi aset, Yos mengungkapkan total emas yang dikelola Pegadaian saat ini telah mencapai lebih dari 153 ton. Khusus untuk produk Tabungan Emas, jumlah emas yang dikelola mencapai sekitar 20 ton.
Sementara itu, aplikasi Pegadaian, Tring, telah memiliki lebih dari 6,5 juta nasabah. Pegadaian menargetkan jumlah pengguna Tring mencapai 7 juta nasabah dan akan terus meningkatkan jumlah tersebut.
Yos menilai masuknya layanan Tabungan Emas ke berbagai aplikasi perbankan akan memperluas edukasi sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi emas, termasuk dari kalangan generasi Z.
“Produk kita entry level-nya juga lebih murah untuk anak-anak Gen Z,” ujarnya.
Yos memastikan harga emas yang ditawarkan melalui berbagai kanal mitra Pegadaian tetap mengacu pada harga pasar. Namun, masing-masing aplikasi perbankan dapat memberikan promo yang berbeda kepada nasabah.
“Harga sama, mengikuti harga emas. Harga emas itu kita jual sesuai dengan harga pasar. Tapi setiap aplikasi seperti biasa selalu ada promo,” katanya.
Baca Juga
Sebelumnya, Pegadaian bersama BCA meluncurkan layanan Tabungan Emas di myBCA. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi Pegadaian sebagai Bank Emas (Bullion Bank) untuk memperluas ekosistem emas melalui kanal digital.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan Pegadaian memiliki pengalaman lebih dari 125 tahun dalam bisnis emas dengan total emas kelolaan lebih dari 150 ton. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 ton berasal dari Tabungan Emas digital yang disimpan menggunakan mekanisme 1:1 atau fully backed.
Selfie mengatakan sinergi dengan BCA dan perbankan lainnya diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas yang aman, cepat, dan transparan.
“Kolaborasi strategis dengan BCA ini merupakan langkah nyata Pegadaian sebagai Bank Emas (Bullion Bank) pertama di Indonesia dalam memperluas jangkauan ekosistem emas ke masyarakat,” ujar Selfie.

