Pembiayaan Emas BCA Syariah Melesat 127,6% Jadi Rp 684 Miliar di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya mendorong pembiayaan konsumer, salah satu upaya yang dilakukan PT Bank BCA Syariah adalah mengembangkan produk pembiayaan emas.
Strategi tersebut terbukti paten, pasalnya pembiayaan emas BCA Syariah mengalami pertumbuhan pesat 127,6% dari Rp 301 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp 684 miliar di periode yang sama tahun ini.
Menurut Direktur BCA Syariah Pranata, pihaknya terus mengembangkan produk pembiayaan emas agar bisa mendorong pertumbuhan bisnis konsumer. Salah satu inovasi yang dilakukan yaitu memberi kemudahan pengajuan pembiayaan melalui layanan mobile.
“Kalau kami lihat, ada beberapa fitur baru di konsumer, khususnya produk emas. Produk emas itu uniknya karena pengajuannya bisa melalui mobile,” ujarnya, dalam Media Update Kinerja BCA Syariah Semester I 2026, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga
BCA Syariah Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp 2,95 Triliun per Semester I 2026
Menurut Pranata, selain pengajuan secara digital, BCA Syariah juga menurunkan minimum gramasi emas yang dapat dibiayai. Jika sebelumnya minimum pembiayaan sebesar 10 gram, kini nasabah dapat mengajukan pembiayaan mulai dari 5 gram.
Pilihan emas yang dibiayai juga semakin luas. Jika sebelumnya hanya Antam, kini nasabah dapat memilih emas dari Antam, Galeri 24, maupun Hartadinata.
“Dulu minimumnya 10 gram, sekarang nasabah atau calon nasabah kita 5 gram sudah bisa. Kalau tahun lalu hanya bisa Antam, tahun ini bisa Antam, lalu juga Galeri 24 dan Hartadinata,” kata Pranata.
Baca Juga
Ia menjelaskan, pembiayaan konsumer BCA Syariah hingga Juni 2026 tumbuh 43,5% atau mencapai Rp 2,48 triliun. Meski pembiayaan konsumer tumbuh kencang, segmen komersial masih menjadi kontributor terbesar terhadap total pembiayaan BCA Syariah.
Terlepas dari itu, hingga semester I 2026, BCA Syariah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 13,6 triliun pada Juni 2026, tumbuh 20,5% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 11,3 triliun.

