Pembiayaan Alat Berat Tertekan 0,22% di Semester I 2026, OJK Optimistis Pulih
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pembiayaan alat berat oleh perusahaan pembiayaan (multifinance) masih mengalami tekanan pada semester I 2026 seiring dengan melemahnya permintaan dari sejumlah sektor pengguna. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan alat berat hingga Juni 2026 terkontraksi tipis secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, penyaluran pembiayaan alat berat oleh perusahaan pembiayaan pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp 48,65 triliun.
“Pada Juni 2026, penyaluran pembiayaan alat berat oleh perusahaan pembiayaan terkontraksi 0,22% secara year on year (yoy) menjadi Rp 48,65 triliun,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Minggu (9/8/2026).
Baca Juga
Jumlah Multifinance dengan NPF di Atas 5% Turun Jadi 38 Perusahaan
Dari sisi sektor, pertambangan dan penggalian masih menjadi penopang utama pembiayaan alat berat. Pada Juni 2026, pembiayaan alat berat yang disalurkan kepada sektor tersebut mencapai Rp 27,13 triliun atau sekitar 55,76% dari total pembiayaan alat berat.
Agusman menilai prospek pembiayaan alat berat masih terbuka untuk mengalami perbaikan hingga penghujung 2026. OJK memperkirakan peningkatan tersebut akan sejalan dengan membaiknya aktivitas pada sektor-sektor yang menjadi pengguna utama alat berat.
Baca Juga
Tumbuh 1,88%, Multifinance Salurkan Piutang Pembiayaan Rp 511,26 Triliun di Semester I 2026
“Pembiayaan alat berat diperkirakan membaik hingga akhir tahun 2026 seiring dengan perkembangan aktivitas pada sektor-sektor pengguna alat berat,” katanya.

