OJK Ajak Masyarakat Hijrah ke Ekonomi Syariah, Ini Alasannya…
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak masyarakat Indonesia hijrah atau beralih menggunakan produk-produk ekonomi syariah. Alasannya produk ekonomi syariahbukan cuma kompetitif, tapi juga tahan banting (resilient).
"Kalau demand-nya tinggi, pasti supply akan mengikuti. Maka yang kita dorong adalah yuk rame-rame menggunakan produk syariah yang terbukti kompetitif dan punya daya tahan tinggi," ujar Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Aman Santosa di sela-sela Ijtima' Sanawi XIX Dewan Pengawas Syariah (DPS) di Jakarta, Jumat (13/10/2023).
Menurut Aman, minat dan keinginan masyarakat untuk hijrah ke ekonomi syariah harus diikuti ketersediaan layanan dan produk yang dapat dimanfaatkan dan mudah diterapkan (aplikabel). "Sekarang banyak produk keuangan syariah, baik asuransi, perbankan, maupun pasar modal,” tutur dia.
Masalahnya, kata Aman Santosa, belum seluruh Masyarakat, terutama umat Islam menggunakan produk keuangan atau instrumen syariah. “Karena itu, Pak Wapres cenderung mengatakan agar hijrah, masyarakat yang selama ini belum menggunakan produk syariah diminta menggunakan produk syariah," papar dia.
Aman menyoroti masih rendahnya pangsa pasar keuangan syariah dibanding industry keuangan secara keseluruhan di Tanah Air yang tak sampai 4%. Padahal, potensi keuangan syariah sangat besar.
"Kalau kata Pak Wapres targetnya 50% memang belum spesifik, itu harus dicapai tahun berapa. Tapi spirit yang disampaikan beliau adalah supaya pangsa pasar keuangan syariah, termasuk industry jasa keuangan syariah, harus didorong agar terus naik. Karena apa? Karena potensi pasarnya sangat besar," tegas dia.
OJK, menurut Aman, fokus meningkatkan permintaan terhadap produk-produk keuangan syariah. “Kamiutamakan dorong demand-nya dulu supaya pengetahuan masyarakat meningkat, penggunaan meningkat, nanti pasti supply akan meningkat. Kita dorong dari situ,” tandas dia.(CR-1)

