OJK Catat Premi Asuransi Tumbuh Negatif 0,36% Jadi Hanya Rp 116 Triliun per April 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total pendapatan premi asuransi komersial yang terdiri dari asuransi jiwa, serta asuransi umum dan reasuransi tumbuh negatif 0,36%, dari Rp 116,4 triliun pada April 2025 menjadi Rp 116,01 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi pada periode April 2026 mencapai Rp 116,01 triliun atau terkontraksi 0,36% secara year on year (yoy),” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Mei 2026, secara daring, Jumat(5/6/2026).
Ia merinci, premi asuransi jiwa tumbuh 3,28% dari Rp 60,60 triliun pada April 2025 menjadi Rp 62,58 triliun di periode yang sama tahun ini. "Dan premi asuransi umum dan reasuransi yang terkontraksi sebesar 4,32% (yoy) dengan nilai sebesar Rp 53,43 triliun,” kata Ogi.
Baca Juga
Revisi RUU P2SK Bakukan Peran LPS di Penjaminan Polis Asuransi
Meski begitu, lanjut dia, kondisi permodalan industri asuransi masih terjaga di level yang solid. Tercermin dari risk based capital (RBC) asuransi jiwa yang berada di posisi 476,11%, serta RBC asuransi umum dan reasuransi yang berada di angka 311,74% pada April 2026.
“Masih di atas threshold sebesar 120%,” ucap Ogi.
Dari sisi total aset, asuransi komersial mencatatkan nilai aset Rp 984,2 triliun pada April 2026, meningkat 4,65% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 940,48 triliun.
Baca Juga
OJK Masih Tunggu Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN oleh Danantara
Kinerja Asuransi Non Komersial
Sementara, untuk asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta Program Asuransi di ASN, TNI, dan Polri, terkait program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), mencatatkan total aset Rp 217,96 triliun pada April 2026.
“Atau terkontraksi sebesar 1,95% (year on year/yoy),” ujar Ogi.
Jika dirinci, nilai premi asuransi non komersial mencapai Rp 66,49 triliun atau tumbuh 6,73% yoy. Sementara total klaimnya sebesar Rp 68,69 triliun pada April 2026, meningkat 8,04% yoy.

