Didorong Hal Ini, Laba Prudential Indonesia Melesat 44% Jadi Rp 2,4 Triliun pada 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Prudential Life Assurance mencatatkan kenaikan laba 44% dari Rp 1,7 triliun pada 2024 menjadi Rp 2,4 triliun di tahun lalu. Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong oleh premi yang meningkat 2% secara year on year (yoy) menjadi Rp 21,1 triliun pada 2025.
Presiden Direktur Prudential Indonesia Tony Benitez mengungkapkan, kinerja bisnis sepanjang 2025 mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan keunggulan dan relevansi bagi nasabah di tengah dinamika industri yang terus berkembang.
Menurutnya, saat ini industri asuransi dihadapkan pada berbagai tantangan, misalnya volatilitas pasar, kondisi makro ekonomi global yang mempengaruhi nilai investasi, meningkatnya inflasi medis, serta tekanan terhadap daya beli masyarakat.
“Kami tetap fokus memperkuat peran sebagai mitra terpercaya dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia, dengan menghadirkan solusi perlindungan yang semakin inklusif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ujar Tony, dalam Konferensi Pers Full Year Performance 2025 Prudential, di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga
Antisipasi Hantavirus, Prudential Klaim Lebih Siap Berkat Pengalaman Pandemi Covid-19
Dari total premi tersebut, lanjut dia, disumbang oleh pendapatan premi bisnis baru yang naik 6% (yoy) menjadi Rp 2,9 triliun pada 2025. Di lain sisi, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link masih menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 75% terhadap total premi Prudential pada 2025.
Sementara itu, untuk klaim yang dibayarkan tercatat menurun 12,09% dari Rp 18,2 triliun pada 2024 menjadi Rp 16 triliun di tahun lalu.
Rasio solvabilitas perusahaan juga masih tetap terjaga sepanjang tahun lalu. Tercermin dari risk based capital (RBC) yang berada di level 466% pada 2025, atau jauh di atas batas minimum yang telah ditentukan regulator yakni 120%.
“Sehingga menegaskan posisi keuangan perusahaan yang kokoh dalam memastikan keberlanjutan perlindungan bagi nasabah,” kata Tony.

