Bos BTN Tanggapi soal Wacana Libur Tiga Hari Seminggu bagi Pegawai BUMN
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memberi tanggapan terkait rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengizinkan pegawai BUMN untuk memperoleh libur tiga hari dalam sepekan, asalkan sudah bekerja selama 40 jam dalam sepekan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, sebagai bank pelat merah, pihaknya mengaku rencana tersebut sangat memungkinkan.
"Sangat memungkinkan, apalagi transaksi sudah semakin ke digital. Kan ide itu muncul karena semakin banyaknya transaksi di perbankan lewat digital," ungkap Nixon saat ditemui usai Konferensi Pers BTN Jakarta International Marathon di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Minggu (10/3/2024).
Baca Juga
Pendaftaran Dibuka, BTN Jakarta International Marathon 2024 Targetkan 15.000 Pelari
Lebih lanjut, Nixon mengatakan, sedianya BTN juga telah menerapkan skema jam kerja yang lebih fleksibel. Adapun skema yang dimaksud Nixon adalah flexitime. Di mana, pegawai dapat mengajukan jam masuk kerja sesuai dengan keinginannya.
"Kalau yang ada sekarang kan kita ada yang namanya flexitime. Flexitime itu ada beberapa pegawai yang mendaftarkan masuk agak siang, biasanya pulangnya agak malam, biasanya tuh yang ada halangan by plan, bukan yang dadakan," jelasnya.
Adapun kata Nixon, pengajuan flexitime ini dilakukan oleh mereka yang berhalangan hadir pada pagi hari seminggu sebelumnya.
Baca Juga
Hadirkan Fitur Contactless, BTN Bidik Pertumbuhan Dana Murah 20%
"By plan, seminggu sebelum dia didaftarkan ikut flexitime. Selain itu, kasih ruang juga buat pegawai lebih relax, terutama karena masalah kemacetan," ungkapnya.
Sementara itu, soal rencana pegawai BUMN libur tiga hari yang diwacanakan Menteri BUMN Erick Thohir, pihaknya menyambut baik wacana tersebut dan akan menunggu ketentuan lebih lanjut.
"Kalau mengenai pengurangan jam kerja, kita masih menunggu ketentuannya ya, tapi kalau itu keluar (aturan), kita pasti akan dorong. Nah, apakah layanan akan terganggu? nanti kita atur, yang penting kan jam kerjanya itu, bukan waktu harinya," imbuhnya.

