OJK Dorong Kolaborasi dan Sinergi Lintas Sektor untuk Optimalkan Potensi Unggulan di Daerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan berbagai potensi unggulan di daerah melalui program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Upaya itu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah tantangan global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, program PED telah menunjukkan capaian positif melalui optimalisasi potensi daerah secara berkelanjutan, khususnya pada sektor agrikultur, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Hingga saat ini PED sudah ada di 40 kabupaten kota dan daerah di seluruh Indonesia. Program-program ini mengusung keberlanjutan melalui pelaksanaan yang kontinu, perluasan pendalaman pasar serta pemberian manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah daerah dan pelaku usaha,” ujarnya, dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026, di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga
Hasil Investasi Asuransi Syariah Jeblok -122,35% per Maret 2026, OJK Dorong Diversifikasi Portofolio
Ke depan, lanjut Friderica, melalui kantor-kantor regional di daerah akan terus melakukan scale up program PED agar ekosistem kemitraan ekonomi daerah dapat tumbuh semakin sehat dan kuat.
OJK juga mendorong agar pembiayaan yang disalurkan sektor jasa keuangan semakin produktif sehingga mampu memberikan nilai tambah terhadap komoditas unggulan daerah secara berkelanjutan.
Dorong Kolaborasi dan Sinergi Lintas Sektor
Lebih lanjut, Friderica menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting untuk memastikan potensi unggulan di daerah dapat ditransformasikan menjadi pembiayaan produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Pertama, tentu yang kita harus lakukan adalah melakukan kolaborasi dan sinergi lintas sektor yang menjadi kunci untuk memastikan potensi unggulan di daerah dapat ditransformasikan menjadi pembiayaan produktif yang berdampak nyata,” katanya.
Hal tersebut, tidak langsung dilakukan begitu saja. Yang pertama dilakukan OJK adalah pemetaan (mapping) terkait potensi dari berbagai daerah. Kemudian apakah sektor unggulan misalnya pertanian, perikanan, pariwisata, dan lainnya, bisa terus dikembangkan atau tidak.
“Ketika kita mendorong sektor jasa keuangan untuk masuk tentu dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, business judgement, dan tata kelola yang baik,” ucap Friderica.
Dalam mendorong pembengangan daerah, OJK juga melakukan orkestrasi kebijakan bersama regulator lain, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, lembaga jasa keuangan, serta asosiasi.
“Untuk menghasilkan pipeline pembiayaan yang tepat sasaran feasible, bankable dan tentunya berdampak,” ujar Friderica.
Baca Juga
Penjaminan Produktif OJK Tembus Rp 272 Triliun, Sektor UMKM Masih Jadi Penopang Utama
Dukungan intermediasi sektor jasa keuangan dilakukan melalui berbagai kanal, seperti bank umum, bank pembangunan daerah (BPD), bank pembiayaan rakyat dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPR-BPRS), hingga sektor pembiayaan, penjaminan, pasar modal, asuransi, financial technology (fintech), dan layanan digital.
“Program pengembangan ekonomi daerah ini kita harapkan menghasilkan output ekonomi berupa peningkatan investasi, kemudian produktivitas, serapan kerja, ekspor dan kesejahteraan yang tentu saja tujuan utama kita adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Friderica.
Penguatan Ekonomi Daerah Jadi Fondasi Utama Jaga Ketahanan Ekonomi
Friderica optimistis, penguatan ekonomi daerah dapat menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.
“Justru inilah saat kita membuktikan bahwa kekuatan Indonesia salah satunya adalah dari kekuatan ekonomi di daerahnya,” ucapnya.
“Mari kita cintai Indonesia dengan bersama-sama bersinergi, berkolaborasi, mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah yang nantinya kita harapkan akan menyokong pertumbuhan ekonomi nasional supaya Indonesia ke depan semakin maju dan semakin sejahtera,” sambung Friderica.

