Bagikan

Laba Bersih Sun Life Melesat 236% di Kuartal I 2026

Poin Penting

Sun Life Financial Indonesia mencatat pertumbuhan laba bersih hingga 236% secara tahunan pada kuartal I-2026, sementara premi bisnis baru naik 41% yoy didorong penguatan distribusi bancassurance dan kanal keagenan.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited per Maret 2026, total premi Sun Life Indonesia mencapai Rp944,94 miliar atau tumbuh 49,06% yoy, sedangkan laba setelah pajak melonjak 104,69% yoy menjadi Rp97,06 miliar.
Presiden Direktur Albertus Wiroyo juga meluncurkan produk asuransi kesehatan syariah baru Salam Healthier Future Assurance (Shifa) Signature yang menawarkan manfaat kesehatan hingga Rp15 miliar dan limit booster hingga Rp35 miliar untuk mengantisipasi kenaikan biaya medis dan risiko penyakit kritis.

JAKARTA, investortrust.id - PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) mencatatkan kinerja apik hingga kuartal I 2026. Hal ini tercermin dari laba bersih dan pendapatan premi bisnis baru yang melesat.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengungkapkan, pihaknya mencatat pertumbuhan laba bersih mencapai 236% secara year on year (yoy) pada kuartal I 2026.

Dari sisi premi, perusahaan mengklaim telah menorehkan kenaikan premi bisnis baru hingga 41% (yoy), didukung oleh distribusi produk asuransi yang kuat, baik dari kemitraan dengan perbankan maupun kanal keagenan.

Namun, Albertus tidak merinci berapa nominal premi dan laba bersih yang diraup oleh pihaknya. “Kinerja ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dan menjadi tanggung jawab Sun Life Indonesia untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini,” ujar Albertus, dalam Press Conference Sun Life, di Jakarta, Jumat (8/4/2026).

Baca Juga

Survei Sun Life: 77% Orang Indonesia Masih Bekerja di Masa Pensiun

Jika melirik laporan keuangan publikasi (unaudited) per Maret 2026, Sun Life Indonesia mencatatkan total premi sebesar Rp 944,94 miliar atau tumbuh 49,06 (yoy). Sementara untuk laba setelah pajak melesat 104,69% (yoy) menjadi Rp 97,06 miliar.

“Lebih dari tiga dekade di Indonesia, Sun Life telah menjadi teman seperjalanan keluarga Indonesia dalam mencapai kemapanan finansial dan hidup yang lebih sehat,” kata Albertus.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sekaligus Presiden Direktur PT Sun Life FInancial Indonesia Albertus Wiroyo Karsono. Foto: Investortrust/Bagus Kasanjanu.

Rilis Produk Kesehatan Syariah

Selain memaparkan kinerja yang solid kuartal I 2026, di kesempatan yang sama Sun Life Indonesia juga meluncurkan produk asuransi kesehatan berbasis syariah baru yaitu Salam Healthier Future Assurance (Shifa) Signature.

Albertus mengatakan, latar belakang diluncurkannya produk tersebut untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kesehatan dan tekanan biaya medis. Menurutnya, tren penyakit kritis kini mulai menyerang usia produktif, bahkan di bawah 40 tahun, yang dipengaruhi faktor gaya hidup yang tak sehat.

Selain itu, inflasi biaya medis di Indonesia tercatat meningkat menjadi 19,8% pada 2025, yang memperbesar risiko finansial bagi keluarga ketika menghadapi kondisi kesehatan yang tak terduga.

Di lain sisi, tingkat penetrasi asuransi jiwa masih relatif rendah atau berada di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan hanya 6,6% populasi Indonesia yang memiliki asuransi jiwa.

“Shifa Signature dirancang sebagai pelengkap perlindungan kesehatan keluarga, termasuk bagi nasabah yang sudah memiliki BPJS atau perlindungan kesehatan dari kantor,” ujar Albertus.

Baca Juga

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, Sun Life Indonesia Perluas Kampanye "The One You Can Rely On" ke Lebih Banyak Kota

Produk ini, lanjut dia, menawarkan manfaat rawat inap, pembedahan, rawat jalan yang terkait dengan rawat inap atau pembedahan termasuk robotic, dukungan layanan medis, layanan ambulan, hingga santunan meninggal dunia, serta sejumlah manfaat tambahan.

“Nasabah dapat memilih tujuh wilayah perlindungan, mulai dari Indonesia, Asia, Asia Plus, hingga worldwide. Manfaat kesehatan tahunan tersedia hingga Rp 15 miliar, dengan limit booster hingga Rp 35 miliar, fasilitas cashless, dan no claim benefit berupa diskon kontribusi hingga 15% untuk kontribusi polis berikutnya apabila memenuhi ketentuan,” kata Albertus.

Ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan terus berkembang. Melalui produk baru ini, Sun Life berupaya menghadirkan perlindungan kesehatan berbasis syariah yang menyeluruh.

“Tidak hanya melindungi kebutuhan perawatan yang umum, tapi juga menjangkau solusi kesehatan modern dan pendekatan tradisional, agar nasabah mendapatkan perlindungan yang relevan dengan beragam kebutuhan kesehatan masa kini,” ucap Albertus.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024