Bagikan

Gejolak Global Tak Pengaruhi Pola Simpanan Masyarakat di Bank, Saldo di Atas Rp 5 Miliar Melonjak 21,6%, di Bawah Rp 100 Juta Naik 1,84%

Poin Penting

Gejolak ekonomi global tidak memengaruhi pola simpanan masyarakat karena pertumbuhan DPK per Maret 2026 tetap terjaga di level 13,57%.
Simpanan dengan saldo di atas Rp 5 miliar mendominasi perbankan dengan porsi 57,88% dan mencatat pertumbuhan sebesar 21,6%.
Tabungan masyarakat menengah bawah (di bawah Rp 100 juta) menunjukkan daya tahan dengan tetap tumbuh sebesar 1,84% secara tahunan.

JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu mengungkapkan, gejolak ekonomi global belum memengaruhi pola simpanan masyarakat di perbankan. Bahkan, simpanan dengan saldo di atas Rp 5 miliar pada Maret 2026 melonjak 21,6% secara tahunan (yoy), sedangkan simpanan nasabah dengan saldo di bawah Rp 100 juta per Mei 2026 tumbuh 1,84% (yoy).

Menurut Anggito, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) masih terjaga di berbagai kelompok simpanan, termasuk segmen masyarakat menengah bawah.

“Jadi, jawabannya tidak ada pengaruh gejolak global terjadap pola atau behavior simpanan masyarakat kita,” ujar Anggito, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2026, di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga

Soal Revisi RBB untuk Dukung Program Prioritas Pemerintah, OJK Tegaskan Bank Tetap Punya Keleluasaan Kredit

Ia menjelaskan, simpanan nasabah dengan saldo di bawah Rp 100 juta per Mei 2026 masih mencatat pertumbuhan sebesar 1,84% secara tahunan (yoy). Hal tersebut menunjukkan daya tahan simpanan masyarakat kecil dan menengah masih cukup baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, simpanan dengan saldo di atas Rp 5 miliar pada Maret 2026 tumbuh 21,6% (yoy). Pertumbuhan tinggi pada kelompok simpanan besar ini dipengaruhi oleh penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Ini karena ada pengaruh dari penempatan dana SAL pemerintah di bank Himbara,” kata dia.

Meski begitu, Anggito menilai pertumbuhan simpanan jumbo tetap kuat meskipun tanpa memperhitungkan dana pemerintah tersebut. Berdasarkan perhitungan LPS, pertumbuhan simpanan di atas Rp 5 miliar secara natural masih sekitar 9,6%.

Baca Juga

Kredit Perbankan Tumbuh 9,49% di Maret 2026, OJK: Likuiditas dan Risiko Tetap Terjaga

“Jadi, secara natural tumbuh, apalagi dana pemerintah ditempatkan di Himbara juga menambah jumlah pertumbuhan dari simpanan,” ucap dia.

Dari sisi komposisi, menurut Anggito Abimanyu, nominal simpanan dengan saldo di bawah Rp 100 juta mencapai 11,26% dari total simpanan perbankan nasional. Adapun simpanan dengan saldo di atas Rp 5 miliar mendominasi dengan porsi 57,88% dari total simpanan.

“Kalau secara agregat, pertumbuhan dari DPK per Maret 2026 adalah 13,57%,” ujar Anggito.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024