Kinerja Perbankan Maret 2026: Kredit Tumbuh 9,49% Jadi Rp 8.659 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Pada Maret 2026, kredit tumbuh sebesar 9,49% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 8.659 triliun (Februari 2026 tumbuh sebesar 9,37% yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 20,85%, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 5,88%, sedangkan kredit modal kerja sebesar 4,38%.
"Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 14,88% yoy, sementara itu kredit UMKM telah menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 0,12% yoy (Februari 2026 terkontraksi sebesar 0,56% yoy)," ujar Dian dalam acara Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) April 2026, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga
Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 13,66% yoy. Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,33%. Per Maret 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh sebesar 24,20% yoy (Februari 2026 tumbuh sebesar 26,41% yoy) menjadi Rp 28,3 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 30,81 juta (Februari 2026 30,55 juta).
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,55% yoy (Februari 2026 13,18% yoy) menjadi Rp 10.231 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 21,37% yoy, 11,57% yoy, dan 8,36% yoy.
Likuiditas industri perbankan pada Maret 2026 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 122,55% (Februari 2026 121,29%) dan 27,85% (Februari 2026 27,4%) dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.
"Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 193,64%, sedangkan Net Stable Funding Ratio (NSFR) berada di level 128,84%," ungkap Dian.
Baca Juga
OJK: Ketahanan Perbankan Nasional Kokoh di Tengah Risiko Geopolitik, Potensi 'Bank Rush' Nihil
Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,14% (Februari 2026 2,17%) dan NPL net terjaga di 0,83% (Februari 2026: 0,83%). Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,94% (Februari 2026 9,24%). Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,47% (Februari 2026 2,37%).
"Setelah memperhitungkan pembagian dividen, indikator permodalan (CAR) tercatat sebesar 25,09% (Februari 2026 25,83%), menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai," jelas Dian.

