Perkuat Sinergi Ekonomi, Kadin Indonesia Gelar Audiensi Strategis dengan Dewan Ekonomi Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Pertemuan tersebut fokus membahas langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang semakin dinamis.
Ditemui usai pertemuan, Anindya menekankan pentingnya bagi dunia usaha untuk tetap tangguh menghadapi gejolak eksternal. Menurutnya, fokus utama saat ini bukan sekadar bertahan, melainkan bagaimana Indonesia dapat kembali ke jalur pertumbuhan ekonomi yang kuat.
"Tadi sama-sama Kadin Indonesia bertemu dengan Bapak Ketua Dewan Ekonomi Nasional. Kita bicara banyak hal. Yang pertama, tentu bagaimana bisa bertahan dalam keadaan kondisi yang istilahnya sangat dinamis, terutama dari Timur Tengah. Tapi kami juga berpikir bukan saja bertahan, tapi bagaimana bisa cepat-cepat kembali kepada growth story. Karena gimanapun juga pertumbuhan itu dibutuhkan," ujar Anindya di Kantor DEN, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga
Kadin Sambut Positif Penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup
Anindya menjelaskan, terdapat tiga poin krusial yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut guna mendorong pertumbuhan. Pertama adalah kemudahan investasi melalui simplifikasi perizinan. Kedua, optimalisasi perdagangan pada sektor-sektor manufaktur yang telah berjalan stabil seperti alas kaki, garmen, dan furnitur. Poin ketiga berkaitan dengan percepatan transisi energi untuk efisiensi nasional.
"Satu, penting sekali untuk investasi itu masuk. Karena itu perizinan yang bisa kita apa permudah, kita permudah. Lalu selain investasi, juga tadi bicara mengenai perdagangan yang telah dibuka terutama untuk sektor-sektor yang sudah jalan. Tadi kita bicara mengenai alas kaki, garmen, furniture, itu jalan. Dan yang ketiga, kita juga bicara tadi mengenai energi transisi. Ini saat yang tepat untuk menghemat BBM, selain itu juga membuat ekosistem sendiri," tambahnya.
Lebih lanjut, Anindya menyebut, Kadin akan bertindak sebagai penghubung antara aspirasi pengusaha di daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Ia menyoroti perbedaan kondisi ekonomi di daerah yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama terkait dengan efektivitas program nasional agar tepat sasaran.
"Nah, tadi banyak sekali yang kita ingin bahas, tapi karena waktunya terbatas, kita ingin berpikir apa nih tiga empat hal yang apa ingin kita sampaikan kepada pemerintah pusat baik melalui DEN (Dewan Ekonomi Nasional) yaitu think tank-nya, maupun Kadin yang membawahi apa para pengusaha, asosiasi, dan Kadin Provinsi. Ini yang kita lakukan. Tapi intinya memang kita mesti apa tetap semangat dan mencari solusi yang terbaik. Dan kita juga mesti iba dan mesti ngerti bahwa teman-teman di daerah itu keadaannya sangat berbeda, karena diawali dengan transfer daerah yang sebelumnya terbatas," jelasnya.
Baca Juga
Kadin Dorong Pengusaha Lokal Tingkatkan Produksi Telur untuk Kebutuhan Program MBG
Sebagai tindak lanjut nyata dari pertemuan ini, Kadin Indonesia telah menyiapkan dua langkah strategis. Langkah pertama adalah kolaborasi teknis antara tim Kadin dan tim DEN untuk merumuskan respons strategis terhadap isu-isu terkini, termasuk pengembangan family office dan penguatan e-government demi transparansi yang lebih baik.
"Jadi ada dua. Yang pertama ialah kedua tim kami, tim kami sedang fokus kepada strategic response. Tadi dikenalkan oleh tim yang fokus day to day dengan Pak Luhut. Tadi bicara juga mengenai family office, mengenai e-government supaya lebih apa efisien, lebih transparan. Jadi tim kami bekerja sama dengan beliau," ungkap Anindya saat menjelaskan langkah konkret pasca pertemuan.
Terakhir, Kadin berencana menyelenggarakan Presidential Briefing yang melibatkan jajaran Kadin di tingkat kabupaten dan kota. Agenda ini diharapkan dapat menyelaraskan visi antara pelaku usaha di berbagai daerah dengan arah kebijakan Presiden guna memastikan tujuan pembangunan ekonomi Indonesia tercapai secara kolektif.
"Dan kedua, kebetulan Kadin juga sedang merencanakan Presidential Briefing dengan Pak Presiden kepada kabupaten, kota, Kadin. Kita bisa mencocokkan agenda supaya memberi masukannya dari tempat yang mungkin berbeda tapi arahnya sama, yaitu untuk kebaikan Indonesia," pungkasnya.
Audiensi Kadin Indonesia dengan DEN ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pangan Mulyadi Jayabaya, Wakil Ketua Umum Kordinator Bidang Sosial Kadin Indonesia Dyah Anita Prihapsari, dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Kamdani.

