Kiprah Global Reasuransi Indonesia di Tengah Perang Iran vs AS-Israel
Poin Penting
|
Oleh: Arman Juffry dan Irvan Rahardjo *)
INVESTORTRUST - Industri asuransi dalam negerimengalami defisit neraca pembayaran yang sangat akut selama bertahun-tahun akibat rendahnya kapasitas dalam negeri sebagai cermin rendahnya permodalan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, neraca pembayaran sektor jasa asuransi Indonesia mengalami defisit akibat transaksi reasuransi yang besar ke luar negeri.
Neraca pembayaran sektor asuransi di 2023 tercatat minus Rp 10,2 triliun. Defisit itu melebar alias naik 28,22% dibandingkan realisasi neraca pembayaran sektor asuransi di 2022 yang sebesar Rp 7,95 triliun. Neraca pembayaran untuk sektor asuransi tercatat masih negatif akibat transaksi reasuransi ke luar negeri yang lebih besar jika dibandingkan dengan transaksi reasuransi yang masuk ke dalam negeri.
Sebaliknya, bagaimana kiprah perusahaan asuransi Indonesia di luar negeri untuk menjawab tantangan globalisasi? Apa yang bisa dilakukan oleh industri asuransi dalam negeri untuk mencegah semakin besarnya devisa asuransi yang mengalir ke luar negeri?
Industri asuransi dalam negeri mempunyai kegiatan operasional di luar negeri, antara lain Tugu Reinsurance Broker (TRB) London dan Tugu Insurance Company (TIC) Hongkong.
Pada dekade 90-an, di era Orde Baru terdapat satu perusahaan pialangreasuransi Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional yang patut dicatat dalam sejarah perasuransian negeri ini. Adalah Tugu Reinsurance Broker London (TRB London Limited) anak usahaasuransi Tugu Pratama Indonesia,perusahaan pialang reasuransi Indonesia satu-satunya di luar negeri yang berlokasi di 61 Mansel Street, London. TRB berperan dalam menjembatani penempatan risiko migas dalam negeri ke pasar internasional. Kala itu Tugu group menuai banyak kritik terkait monopoli bisnis asuransi migas dengan membangun supply chain ke pusat asuransi dunia yaitu Inggrisdan Singapura.
Bagaimana tidak, setiap slip penawaran risiko migas dari perusahaan asuransi dalam negeri dapat dengan mudah menginjakkan kaki dan bernegosiasi secara langsung ke meja-meja para Syndicate di Llyod’s of London, pasar asuransi dan reasuransi terbesar di dunia. Kini TRB London tengah mengalami winding up (likuidasi) justru di saat kita membutuhkan keberadaannya di tengah persaingan global.
Selain itu, ada pula Tugu Insurance Company Limited (TIC Hong Kong) yang mempunyai kekuatan finansial berpredikat B+ (Stable Outlook) dari AM Best Financial Rating. Peringkat tersebut mencerminkan kekuatan permodalan dan finansial perusahaan yang kuat. Lebih rendah dari induknya PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) yang menyandang predikat bertaraf global the Financial Strength Rating A- (Excellent) dan the Long-Term Issuer Credit Rating of “a-” (Excellent) dari lembaga pemeringkat di bidang asuransi asal Amerika, A.M. Best. Emiten Anak BUMN PT (Persero) yang berkode saham TUGU ini tercatat telah 8 tahun berturut-turut (2016-2024) mendapatkan peringkat Rating A- (Excellent) dari AM Best.
Didirikan di Wan Chai, Hong Kong, 333 Lockhart Road pada tanggal 15 Desember 1965 TIC Hongkong lahir jauh lebih dulu sebelum kelahiran Tugu Pratama di Tanah Air tahun 1981. Fokus awal perusahaan adalah memberikan perlindungan asuransi terhadap asset-aset PT Pertamina (Persero) yang di kemudian hari semakin berkembang dan meluas untuk berbagai klien di Indonesia maupun manca negara.
TIC saat ini adalah satu-satunya perusahaan asuransi dari Indonesia yang berada di luar negeri dan telah melakukan diversifikasi ke semua kelas bisnis, selain yang terkait dengan minyak & gas, seperti properti, kehilangan keuntungan, marine hull, marine cargo, contractor all risk, kendaraan bermotor, tanggung jawab hukum, personal insurance, dan lain-lain.
TIC telah menyediakan perlindungan reasuransi yang memadai melalui perjanjian proporsional dan non-proporsional untuk profil bisnisnya. Kapasitas pertanggungan TIC cukup kuat untuk melindungi komitmennya kepada klien. Total modal dan cadangan TIC melebihi US$ 144 juta pada akhir tahun 2022.
Dengan fokus bisnisnya untuk menerima risiko marine hull, marine cargo, dan aset migas Pertamina serta berbagai risiko lainnya di Asia Pasifik seperti property damage, loss of profit, contractor’s all risks, employees liability, general liability, SME, dan personal lines products. Di era tahun 70-anindustri dalam negeri menerima penempatan bisnis dari TIC Hongkong. Namun belakangan ini kinerjanya diketahui kurang moncer meskipun mencatatkan solvency margin 957%, jauh di atas persyaratan HKIA ( Hongkong Insurance Authority ) sebesar 200% dengan total aset US$ 103,9 juta dan modal setor US$ 20 juta pada akhir 2022.
Baca Juga
Perkembangan Terkini
Meskipun tindakan perang biasanya dikecualikan dari sebagian besar polis asuransi, konflik semacam ini tetap dapat berdampak signifikan secara tidak langsung pada perusahaan asuransi dan pemegang polis di seluruh dunia. Gangguan pada transportasi internasional, perdagangan, dan pasokan energi dapat meningkatkan risiko di berbagai sektor, yang pada gilirannya memengaruhi keputusan penjaminan, kapasitas pasar, dan pada akhirnya penetapan harga asuransi.
Beberapa perusahaan asuransi maritimtelah mencabut perlindungan risiko perang atas kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di antaranya Gard, Skuld , NorthStandard, London P&I Club, American Club, Steamship Mutual Underwriting Association, dan The Swedish Club. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 5 Maret 2026, setelah pengumuman resmi dirilis pada 1 Maret 2026. Pencabutan perlindungan risiko perang ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia dan serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.
Asuransi marine cargo dan penerbangan menjadi paling terdampak dengan premi melonjak hingga 10 kali lipat.
Bisnis reasuransi global mengalami pengetatan risiko (hardening) akibat konflik Iran-Israel, memicu lonjakan tarif war risk (risiko perang) terutama di jalur pelayaran Teluk Persia. AS merespons dengan menyiapkan reasuransi senilai US$ 20 miliar untuk menjaga arus dagang, sementara reasuradur global mulai memasukkan klausul pembatalan jika konflik memburuk.
Di dalam negeri, bisnis reasuransi adalah industri jasa pertanggungan ulang risiko yang krusial, didominasi oleh BUMN seperti Indonesia Re dan perusahaan swasta untuk memperkuat permodalan asuransi langsung. Industri ini sedang mengalami konsolidasi/merger pada BUMN, berfokus pada efisiensi, dan didorong oleh peningkatan kapasitas lokal untuk mengurangi defisit neraca pembayaran dari premi yang keluar ke luar negeri.
Pemain utama reasuransi dalam negeri di Indonesia terdiri atas perusahaan BUMN dan swasta yang berfokus memperkuat kapasitas risiko nasional. Tiga BUMN reasuransi utama adalah PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re), PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasre), dan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure).
Beberapa pemain swasta juga beroperasi untuk mengurangi ketergantungan reasuransi luar negeri. Berikut adalah beberapa pemain reasuransi dalam negeri yang beroperasi di Indonesia: BUMN (Reasuransi Indonesia Utama/Indonesia Re) yang memimpin dalam mendukung produk asuransi nasional. PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasre), bagian dari grup BUMN yang fokus pada pertanggungan ulang dan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure).
Saat ini, pemerintah sedang gencar melakukan konsolidasi BUMN reasuransi untuk meningkatkan kapasitas permodalan dan mengurangi defisit neraca pembayaran yang mencapai Rp 12,1 triliun pada akhir 2024 akibat tingginya premi yang ke luar negeri.
Salah satu pemain reasuransi swasta nasional yang aktif dalam pasar domestik adalah PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re), yang berperan dalam meningkatkan kapasitas lokal dan mengurangi defisit premi ke luar negeri. Nusantara Re didirikan pada 19 Juli 2017 dan telah mendapat izin dari OJK. Nusantara Re hadir rangka optimalisasi kapasitas reasuransi dalam negeri dan memperkecil defisit neraca pembayaran premi reasuransi ke luar negeri.
Besarnya potensi pendapatan nasional reasuransi Indonesia perlu dikelola oleh perusahaan reasuransi nasional demi kemakmuran negeri tercinta. Nusantara Re berkomitmen memberikan layanan terbaik dan menjadi pendamping yang kokoh bagi mitra semua lini.
Didukung oleh pemodalan yang kuat, SDM yang profesional, berintegritas, dan kreatif mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, serta pemanfaatan artificial intelligence dalam berinovasi, Nusantara Re menyediakan dukungan dan layanan reasuransi sesuai kebutuhan mitra kerja. Nusantara Re sangat membutuhkan dukungan asuradur, reasuradur, dan pemangku kepentingan lain di dalam negeri untuk bersama-sama membawa industri perasuransian Indonesia menjadi nomor satu di antara negara-negara ASEAN dalam menghadapi era pasar bebas ASEAN.
Berbagai kontribusi dan kiprah asuransi dan reasuransi nasional di kancah global di atas turut berperan mengurangi defisit neraca pembayaran asuransi nasional di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi perang Iran vs AS-Israel yang tidak kunjung reda. ***
*) Arman Juffry, Pengamat Asuransi
*) Irvan Rahardjo, Pendiri Kupasi (Komunitas Penulis Asuransi Indonesia)

