BSI (BRIS) Klaim Transformasi Digital Berdampak Positif Bagi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mengklaim bahwa transformasi digital yang dijalankan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, jumlah pengguna mobile banking BSI telah mencapai sekitar 9 juta pengguna, yang terdiri dari layanan BYOND by BSI dan BSI Mobile. Dalam kurun waktu satu tahun sejak diluncurkan, BYOND by BSI mencatat pertumbuhan pengguna hingga 197% secara year on year (yoy).
“Pada 2026, BSI fokus memperkuat kapabilitas digital untuk menunjang frekuensi dan nilai transaksi nasabah,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (9/4/2026).
Komitmen terhadap inklusivitas, lanjut Anggoro, juga terus diperluas. Tak hanya untuk nasabah individu tapi juga sektor usaha mikro. BSI tercatat telah membina sekitar 5.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui berbagai skema pembiayaan seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan small medium enterprise (SME), serta dukungan empat UMKM Center yang berlokasi di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
“Sebagai perusahaan publik, BSI konsisten menerapkan good corporate governance (GCG) dan transparansi sesuai regulasi demi membangun lingkungan bisnis yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Baca Juga
Per Februari 2026, BSI (BRIS) Salurkan Rp 1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11.000 UMKM
Bertepatan dengan peringatan Hari Konsumen Nasional, BSI terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan digital yang aman, mudah, dan inklusif. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus memperluas akses layanan keuangan berbasis syariah di Indonesia.
Di tengah percepatan digitalisasi, kata Anggoro, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan cepat dan real time semakin meningkat. Menjawab hal tersebut, BSI menghadirkan ekosistem layanan yang terintegrasi, mulai dari e-channel seperti BYOND, BEWIZE, BSI Net, BSI QRIS, dan BSI EDC, hingga dukungan jaringan lebih dari 1.000 kantor cabang, 126.000 BSI Agen, layanan remitansi di 13 negara jaringan ATM, serta layanan pelanggan melalui BSI Call 14040.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan lebih dari 23 juta nasabah terhadap layanan BSI. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus meningkatkan literasi keuangan digital di masyarakat.
“Teknologi memudahkan aktivitas finansial, namun di sisi lain muncul berbagai modus kejahatan perbankan. Oleh karena itu, BSI rutin menghadirkan program literasi agar nasabah lebih waspada dan bijak dalam bertransaksi,” ucap Anggoro.
