Rayakan HUT ke-50, Inalum akan Salurkan Bantuan Bencana ke Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jelang usia ke setengah abad, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyiapkan beberapa program aksi peduli sebagai langkah tanggap bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah di 12 titik lokasi, hingga pemulihan infrastruktur di kawasan bencana.
Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin Ende menyebutkan, program ini dibuat sebagai wujud kehadiran Inalum di Sumatra Utara yang sudah mencapai 50 tahun. Ia mengatakan, Inalum ingin menunjukan bakti kepada masyarakat khususnya yang menjadi korban bencana di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.
"Kami berharap bantuan yang akan disampaikan oleh Relawan Inalum ini bisa bermakna, memudahkan dalam pemulihan, dan bisa mengembalikan Kembali senyuman bahagia saudara-saudari kami semua," ujar Mahyaruddin dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).
Kepala Grup Layanan Strategis Daniel Hutauruk menyebut bahwa programk Inalum Peduli, merupakan bentuk komitmen perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dimana INALUM hadir dalam upaya mitigasi, respons darurat, dan pemulihan pascabencana, di wilayah terdampak.
"Momentum HUT INALUM ke-50 dimaknai sebagai ajakan bagi seluruh karyawan untuk terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan, termasuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh (NAD)," ungkap Daniel.
Memaknai Setengah Abad Eksistensi
Inalum menegaskan tekad untuk menempuh dan membentuk jalan baru menuju masa depan industri aluminium nasional yang lebih kuat, berkelanjutan, dan kompetitif.
Baca Juga
Lampaui Target, Penjualan Aluminium Inalum Tembus 236.517 Ton hingga Oktober 2025
Transformasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada modernisasi teknologi peleburan, peningkatan efisiensi, serta pemanfaatan energi yang lebih baik dan modern, tetapi juga pada bagaimana setiap proses bisnis mampu menciptakan nilai tambah yang nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Dalam kerangka ini, Inalum menjalankan hilirisasi dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan terukur sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang semakin menentukan keberlanjutan bisnis secara global.
Inalum melakukan tiga proyek strategis sebagai aksi korporasi mewujudkan hilirisasi. Adapun proyek tersebut antara lain Pembangunan SGAR II dan Smelter II di Mempawah, Kalimantan Barat, dan Pembangunan Potline IV di Kuala Tanjung, Batubara, Sumut.
Pada aspek lingkungan, upaya konservasi difokuskan pada perlindungan ekosistem Danau Toba, di mana alih fungsi lahan dan pembalakan liar selama bertahun-tahun oleh masyaraat telah memicu terjadinya sekitar 250 ribu hektare lahan kritis.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Inalum membangun pembibitan modern berkapasitas hingga 500 ribu bibit pohon per tahun sebagai fondasi rehabilitasi lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis dampak yang diwujudnyatakan dalam program rehabilitasi lahan seluas 500 hektare per tahun, terutama di kawasan tangkapan air dan wilayah penyangga sumber energi.
"Langkah ini tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan air, tetapi juga memperkuat ketahanan operasional pembangkit listrik tenaga air yang menjadi basis energi hijau Inalum," tambahnya.

