Astra Hadirkan Kisah Dokumenter 6 ‘Tokoh Penggerak’ yang Berhasil Mengubah Kehidupan Orang-Orang Desa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) menghadirkan cerita enam anak bangsa yang berhasil mengubah kehidupan banyak orang di desa-desa. Cerita keenam ‘Tokoh Penggerak’ itu dituangkan dalam bentuk kisah dokumenter yang dapat disaksikan melalui YouTube SATU Indonesia.
Mereka adalah Petronela Merauje (Penjaga Hutan Perempuan, Enggros, Papua), Bernard ‘Oday’ Langoday (Penggerak Ekosistem Kopi Cikajang, Garut), Priska Yeniriatno (Pencipta Ruang Kedua bagi Perempuan dan Anak Muda, Singkawang), Zainal Abidin (Penjaga Bentang Alam Karst Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan), Ritno Kurniawan (Perintis Wisata Nyarai, Sumatra Barat), serta Dian Banunu (Guru yang Menembus Batas, Takari, Kupang).
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro berharap cerita keenam Tokoh Penggerak tersebut menjadi jendela harapan sekaligus ajakan kepada lebih banyak anak bangsa untuk berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga
“Astra berkomitmen untuk terus bergerak bersama para ‘Tokoh Penggerak’ bangsa di berbagai pelosok negeri sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia,” kata Djony dalam keterangan pers, Jumat (21/11/2025).
Djony menegaskan, Astra akan terus menjalankan empat pilar kontribusi sosial, yaitu kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
“Melalui empat pilar kontribusi sosial ini, Astra akan terus memperkuat langkah anak bangsa dalam meningkatkan kualitas hidup, memperluas akses pendidikan dan membuka peluang ekonomi masyarakat desa, serta menjaga keberlanjutan alam sekitar,” tandas dia.
Baca Juga
Djony mengungkapkan, Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang bekerja dalam diam tanpa sorotan, namun mengubah kehidupan banyak orang. Mereka adalah bukti bahwa daya juang Indonesia lahir dari desa-desa, dari kepedulian yang tidak pernah padam.
Astra, menurut Djony Bunarto Tjondro, merasa bangga menjadi bagian perjalanan mereka dalam memperkuat pengembangan kontribusi sosial berkelanjutan di daerah perdesaan guna memperluas inisiasi dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar.
“Kami berharap semangat ini menggugah lebih banyak anak bangsa untuk ikut bergerak bersama membangun hari ini dan masa depan Indonesia," tegas dia.
Djony menjelaskan, sejak 2010, Astra menginisiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Awards sebagai apresiasi bagi generasi muda yang menghadirkan kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitasnya.
“Program ini telah menemukan 792 pemuda inspiratif bangsa dan bersinergi dengan lebih dari 1.500 Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra di 35 provinsi,” tutur dia.
Sinergi tiga program unggulan tersebut, kata Djony Bunarto Tjondro, telah melahirkan kolaborasi yang dijalankan antara tokoh penggerak yang memberikan perubahan bagi bangsa. Hingga 2024, rangkaian kontribusi sosial Astra telah menjangkau 2,63 juta penerima manfaat yang tersebar di berbagai daerah.
Dia mengemukakan, pada 2020–2024, valuasi ekspor Desa Sejahtera Astra mencapai Rp 349 miliar, menandai peningkatan daya saing produk desa di pasar global. “Capaian ini tentu tidak terlepas dari dedikasi para Tokoh Penggerak yang menjadi motor utama pemberdayaan di daerahnya,” ujar dia.
Djony Bunarto Tjondro menambahkan, di balik setiap perubahan, ada sosok-sosok yang memilih untuk tidak berpangku tangan. “Mereka kembali ke akar, merawat tanah kelahiran, dan menyalakan harapan bagi banyak orang di sekitarnya,” tandas dia.
Baca Juga
Djony Bunarto Tegaskan Komitmen Astra Dukung Pembangunan RLH Bersama Kementerian PKP
Berikut sekilas kisah keenam ‘Tokoh Penggerak’ tersebut:
1. Petronela Merauje (Penjaga Hutan Perempuan, Enggros, Papua)
Dikenal sebagai Mama Nela, ia menjaga warisan leluhur, yaitu Hutan Perempuan, dengan keberanian yang lembut namun tegas. Petronela memimpin para ibu membersihkan sampah, menanam mangrove, memulihkan hutan adat, serta menjadi sumber pangan dan penghasilan.
2. Bernard ‘Oday’ Langoday (Penggerak Ekosistem Kopi Cikajang, Garut, Jawa Barat)
Sosok coffee sociopreneur yang membangun ekosistem kopi dari hulu ke hilir ini menggerakkan sedikitnya 4.000 warga, menaikkan produktivitas petani, memperluas pasar, dan menjadikan kopi desa sebagai kebanggaan baru.
3. Priska Yeniriatno (Pencipta Ruang Kedua bagi Perempuan dan Anak Muda, Singkawang, Kalimantan Barat)
Meninggalkan karier untuk membangun rumah batik. Modal awalnya sederhana: tabungan dan keberanian. Kini ia mengelola tiga kampung wisata batik, memberdayakan ibu rumah tangga dan pemuda putus sekolah.
4. Zainal Abidin (Penjaga Bentang Alam Karst Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan)
Zainal terketuk untuk kembali ke kampung halamannya setelah menjadi orang pertama di kampungnya yang berhasil mengenyam pendidikan hingga program doktoral. Ia melihat peluang di kampung halamannya dengan mengajak warga mengunggah keindahan alam karst di media sosial dan kini Rammang-Rammang menjadi destinasi yang dikenal dunia.
Seiring dengan pertumbuhan desanya, Zainal turut menjaga lingkungannya dengan memproduksi pupuk organik ramah lingkungan yang berasal dari kotoran kelelawar, serta turut memantau kesehatan masyarakat dengan rutin berkeliling bersama dokter menggunakan perahu jolloro untuk memastikan kesehatan masyarakat sekitar.
5. Ritno Kurniawan (Perintis Wisata Nyarai, Sumatra Barat)
Ritno berhasil mengubah hutan lindung bekas pembalakan. Ia menjadikannya magnet wisata alam yang mendunia dan telah menarik ratusan ribu wisatawan. Dari hanya lima pemandu pada awalnya, kini kawasan itu melibatkan 150 pemandu, termasuk pemandu bersertifikasi internasional.
6. Dian Banunu (Guru yang Menembus Batas, Takari, Kupang, NTT)
Setiap pagi, Dian menumpang truk dengan durasi perjalanan 2 jam demi sampai di sekolah guna mencerdaskan anak-anak bangsa di daerah Oesusu, Kupang, NTT. Ia telah berhasil mencetak lulusan-lulusan yang saat ini mampu hidup mandiri dengan menjadi pekerja profesional dan wirausahawan.

