Rp 4.000 Triliun Kebutuhan Transisi Energi, Bank Mandiri Siap Jadi Motor Pembiayaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkomitmen mendorong pembiayaan hijau dan mendukung transisi energi nasional. Melalui berbagai instrumen pembiayaan inovatif, bank berkode saham BMRI ini berupaya memastikan agenda dekarbonisasi dapat berjalan dengan kebutuhan pembangunan.
VP ESG Communication Bank Mandiri Adam Zahir mengungkapkan, pihaknya tak hanya mengembangkan portofolio berkelanjutan, tapi juga menyiapkan skema pembiayaan baru berbasis key performance indicator (KPI).
Salah satunya adalah sustainable linked loan, di mana debitur bisa memperoleh insentif berupa pengurangan suku bunga jika target keberlanjutan yang disepakati tercapai.
“Contoh, Pertamina mau mengajukan (pembiayaan untuk) green ammonia atau green hydrogen project, dan mau diberikan KPI sustainability. Once KPI-nya achieve, nanti kami bisa berikan insentif berupa pengurangan suku bunga,” ujar Adam, dalam Investortrust Green Energy Summit (IGES) 2025, di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga
Lewat 3 Pilar Strategis Berkelanjutan Ini, Bank Mandiri Dorong Transisi Hijau
Begitu KPI itu tercapai, lanjut dia, nasabah bisa mendapatkan insentif pengurangan suku bunga 5 hingga 10 basis poin. Agak terlihat kecil, tapi untuk pinjaman dengan nilai besar maka dampaknya akan sangat terasa bagi nasabah.
Adam menyatakan, potensi pendanaan hijau di Indonesia sangat besar. Berdasarkan laporan Biennial Updated Report ketiga, kebutuhan pembiayaan untuk mencapai target penurunan emisi sesuai komitmen Intended Nationally Determined Contribution (INDC) mencapai Rp 4.000 triliun, dengan 87% dialokasikan untuk sektor energi. Dari jumlah tersebut, 45%-nya berfokus pada energi terbarukan.
“Ini memberikan harapan yang cukup baik. Potensinya sudah ada, roadmap-nya sudah tersedia, decarbonization pathway-nya menuju target yang diharapkan juga sudah ada. Tinggal yang perlu ditingkatkan adalah kolaborasi antar pemerintah, lembaga keuangan, bantuan finansial instrumen dari lembaga internasional, dan lainnya,” katanya.
Baca Juga
Bank Mandiri sendiri, kata Adam, telah menyiapkan sustainable financing framework dan transition financing framework yang telah diverifikasi pihak independen, sehingga terhindar dari praktik greenwashing. Bank juga meraih pengakuan global dalam pengelolaan risiko keberlanjutan dengan peringkat tertinggi di Indonesia dari MSCI dan Sustainalytics.
“Kami adalah bank pertama yang punya sustainable financing framework dan transition financing framework, jadi cara kerja dan landasan ketika kita akan memberikan loan itu sudah di-verified. InshaAllah tidak akan dicap greenwashing karena semuanya sudah jelas, semuanya sudah terstandar, dan disusun secara terstruktur,” ucapnya.
Lebih lanjut, Adam menyatakan bahwa Bank Mandiri siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan agenda transisi energi, yang sejalan dengan visi pemerintah.
“Sustainability adalah sebuah perjalanan. Tentu hal ini tidak membuat kami berpuas diri, dan kehadiran kami di Indonesia, di Asia, bahkan level dunia, tujuannya satu yaitu kami ingin berkolaborasi dengan bapak ibu semua, dan mendorong apa yang dicita-citakan oleh bapak presiden, bapak dirut, dapat terjadi,” kata Adam.

