Kao Indonesia Perluas Program Sekolah Sehat 2025 sampai NTT dan Papua
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kao Indonesia meluncurkan kembali program edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat 2025 sebagai bagian kontribusi sosial perusahaan dalam mencetak generasi muda sehat, peduli lingkungan, dan berkarakter. Inisiatif ini digelar di SMPN 16 Jakarta pekan lalu dengan dukungan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta Wahana Visi Indonesia.
Sejak pertama kali dijalankan pada 2016, program ini telah menjangkau lebih 42.600 siswa di berbagai sekolah dasar dan menengah. Tahun lalu, survei menunjukkan 98% siswa memahami penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) setelah mengikuti kegiatan ini. Pada 2025, Kao menargetkan 10.000 siswa, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua, melalui kolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia.
Baca Juga
40 Tahun Kao Indonesia Hadirkan Produk Berkualitas Melalui Konsep Kirei
Presiden Direktur Kao Indonesia Shoichi Hasegawa menegaskan bahwa program ini tidak hanya mengedukasi anak-anak tentang kesehatan dan kebersihan, tetapi membangun kesadaran lingkungan.
“Kami bangga melanjutkan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat secara fisik, mental, dan peduli lingkungan. Tahun ini, kami memperluas jangkauan ke NTT dan Papua serta meluncurkan kompetisi Duta Anak KAO,” ujar Hasegawa dalam keterangannya, Senin (25/8/2025).
Pilar edukasi anak
Edukasi yang diberikan mencakup kebiasaan cuci tangan pakai sabun, mandi setelah beraktivitas, menjaga kebersihan pakaian, manajemen kebersihan menstruasi, serta pemilahan sampah plastik. Inisiatif ini sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan pemerintah, seperti bangun pagi, makan sehat, gemar belajar, dan tidur cukup.
Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen Maulani Mega Hapsari menilai keterlibatan Kao penting dalam pembiasaan karakter bangsa. “SDM unggul untuk Indonesia Emas 2045 harus memiliki delapan karakter utama bangsa. Program seperti ini membantu anak-anak membiasakan diri hidup sehat dan berkarakter,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Kemenkes. Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes dr. Elvieda Sariwati mengatakan keterlibatan swasta krusial dalam memperluas budaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). “Program ini diharapkan mampu memperkuat TRIAS UKS bersama Puskesmas serta mendukung program cek kesehatan gratis di sekolah,” ujar Elvieda.
Baca Juga
Cerita Prabowo Ditagih Makan Bergizi Gratis oleh Anak-anak Sekolah di Klaten
Selain Sekolah Sehat, Kao Indonesia menginisiasi Anak KAO BISA (Bijak Sampah) di 10 sekolah terpilih. Program ini mendorong anak-anak mempraktikkan pemilahan dan daur ulang sampah kemasan, termasuk kemasan produk Kao. Hingga saat ini, lebih dari 1.900 kemasan berhasil didaur ulang melalui titik pengumpulan sampah sekolah.
Tahun ini, Kao juga meluncurkan Kompetisi Duta Anak KAO, yang mengajak siswa dan guru berperan sebagai agen perubahan di sekolah. Melalui tantangan kebersihan diri dan lingkungan, diharapkan anak-anak tidak hanya belajar tetapi juga menjadi penggerak perubahan di komunitas mereka.
“Dengan jangkauan lebih luas dan program baru, kami ingin mencetak anak-anak sebagai promotor kebersihan dan peduli lingkungan, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tutup Shoichi.

