Meraih ISO 14001 dan 45001, Harita Nickel Perluas Pasar Internasional
JAKARTA, Investortrust.id - Meski bersifat volunteer, sertifikasi internasional seperti ISO 14001 dan ISO 45001 merupakan langkah strategis berikutnya, setelah kewajiban standar nasional dipenuhi perusahaan. Investasi ini penting dilakukan guna memperkuat ekspansi pasar, tidak hanya di Barat seperti Amerika Serikat atau Uni Eropa, tetapi juga di Timur seperti Korsel, Jepang, hingga Cina yang juga meminta sertifikat internasional.
Oleh karena itu, keberhasilan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), atau Harita Nickel, meraih sertifikasi ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018 menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel berkelanjutan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, tersebut. Ini merupakan pencapaian penting yang menandai komitmen perusahaan terhadap praktik manajemen lingkungan dan kesehatan serta keselamatan operasional yang berstandar dunia.
"Sebagai perusahaan yang telah menjadi penghasil bahan baku baterai kendaraan listrik pertama dan terbesar di Indonesia, upaya meraih sertifikasi internasional telah dipersiapkan sejak lama. Persiapan dimulai melalui pelaksanaan gap analysist penerapan dari tahun 2020, dan pelaksanaan audit pada Februari dan November 2023 oleh badan sertifikasi audit SGS," kata Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel Tonny Gultom di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga
Akhirnya, pada Desember ini, Harita Nickel telah lengkap meraih Sertifikasi ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018. Perjalanan tidak berhenti sampai di sini, setiap tahun akan dilakukan verifikasi lagi oleh SGS, sehingga dibutuhkan komitmen tinggi dari managemen dan staff perusahaan untuk menjaga implementasi yang konsisten dan perbaikan secara berkelanjutan dari standar yang ditetapkan.
Lingkungan dan Keselamatan Kerja
Harita Nickel sejak 2016 telah memiliki pabrik peleburan (smelter) nikel saprolite, dan sejak 2021 memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit di wilayah operasional yang sama. Kedua fasilitas tersebut hadir untuk mendukung hilirisasi dan industrialisasi yang dicanangkan Pemerintah Indonesia.
Harita Nickel tercatat menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, menjadi produk bernilai strategis berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Dengan teknologi yang sama, MHP sebagai intermediate product telah berhasil diolah menjadi produk akhir berupa nikel sulfat dan kobalt sulfat, yang merupakan material inti pembuatan katoda sumber energi baru baterai kendaraan listrik.
Diraihnya Sertifikasi ISO 14001:2015 yang fokus pada efektivitas sistem manajemen lingkungan, dari perusahaan sertifikasi papan atas dunia SGS, merupakan pengakuan komitmen Harita Nickel dalam mengimplementasikan praktik yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sertifikasi itu mencakup sejumlah aspek penting, seperti evaluasi risiko lingkungan, pemenuhan peraturan, dan peningkatan berkelanjutan. Selain itu, jelas mendukung upaya penguatan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai, yang hendak dibangun Pemerintah Indonesia.
Baca Juga
Usai Tambah Saham di GTS, Harita Nikcel (NCKL) Kucurkan Pinjaman Rp 500 Miliar
Sedangkan sertifikasi ISO 45001:2018 yang diraih perusahaan menandai pengakuan standar tinggi Harita Nickel dalam manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, sekaligus menegaskan pendekatan proaktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua karyawan. Sertifikasi ini menuntut adanya proses yang konsisten dalam mengidentifikasi bahaya, mengurangi risiko, dan mencegah cedera serta masalah kesehatan di tempat kerja.
Untuk memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018, Harita Nickel telah menjalani serangkaian kegiatan audit yang dilakukan oleh auditor berkelas internasional, oleh badan sertifikasi independent SGS Indonesia. Sertifikasi ini menjadi bukti atas komitmen perusahaan dalam memprioritaskan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan karyawan dalam setiap aspek operasional.
Hal ini juga sekaligus menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada hasil, namun juga dalam mencapai tujuan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen kuat dari dalam untuk menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan praktik keberlanjutan berstandar dunia.
Tonny menegaskan, perusahaan akan terus meningkatkan penerapan ESG yang lebih baik, termasuk dalam sistem pengelolaan lingkungan dan keselamatan kerja, menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat. Ini tidak hanya untuk terus memperluas pasar ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Asia, hingga Afrika, namun juga untuk menunjukkan kepemimpinan dalam penerapan standar internasional yang memberikan manfaat kepada perusahaan, masyarakat, lingkungan, dan semua pemangku kepentingan. Hal ini merupakan langkah keniscayaan guna memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin industri global. ***

