Bagikan

DEB Pertamina Sentuh 98 Desa dengan Kapasitas 536,74 kWp Energi Bersih

Poin Penting

98 desa telah merasakan manfaat energi bersih dari panel surya, mikrohidro, dan biogas.
Program DEB membangun ekosistem mandiri berbasis edukasi dan inovasi lokal.
Energi ramah lingkungan bantu UMKM hingga kampung adat hemat biaya produksi.

PADANG, Investortrust.id -  Sebagai ujung tombak transisi energi, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sebagai subholding power new & renewable energy membantu Pertamina Group menyediakan energi bersih untuk masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina.

"Program DEB Pertamina bertujuan menciptakan kemandirian energi dan ekonomi masyarakat desa," kata Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi dalam keterangan yang diterima, Kamis (17/7/2025).

Saat ini, DEB Pertamina telah menyentuh 98 desa, dengan total kapasitas terpasang 536,74 kWp energi bersih di seluruh Indonesia. Dengan kapasitas tersebut, potensi penurunan emisi mencapai sekitar 665,6 ton CO₂ per tahun atau setara dengan menanam sekitar 31.694 pohon dewasa setiap tahunnya. Sebuah kontribusi nyata Pertamina untuk masyarakat dan alam.

Baca Juga

Kuatkan Fondasi Bisnis, Pertamina Siap Hadapi Masa Depan Energi Global

Dia mengatakan, kontribusi Pertamina NRE bukan sekadar menyuplai energi bersih, tetapi memberikan pemahaman kepada masyarakat. Edukasi menjadi jantung dari program ini. Warga diajak memahami potensi alam di sekitar sehingga dapat menghasilkan listrik ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. 

"Program ini bukan hanya tentang teknologi energi baru terbarukan, tetapi membentuk ekosistem masyarakat yang mandiri, sadar lingkungan, dan siap menghadapi masa depan," kata Dicky.

PLTS atap. (Dok Pertamina)
Source: Dok Pertamina

Kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan yang dipasang mungkin tidak besar, tetapi manfaat yang dirasakan sangat berarti bagi masyarakat. UMKM yang sebelumnya kesulitan berproduksi karena biaya listrik, kini dapat beroperasi dengan lebih efisien. Bahkan, beberapa desa mulai menghasilkan surplus energi yang membuka peluang bisnis baru. Mereka mulai mengelola pembangkitan dengan biaya sukarela dari kelompok atau pengguna listrik tersebut.

Upaya Pertamina NRE ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission (NZE) 2060. Desa Energi Berdikari menjadi model nyata bahwa transisi energi bisa dimulai dari akar rumput, yaitu dari desa, bukan hanya dari kota atau industri besar.

Manfaat pada warga

Suara turbin air berputar lembut di antara aliran sungai jernih di Desa Lubuk Hitam, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Tempat masyarakat mendapatkan listrik gratis dari mikrohidro yang terpasang untuk mendukung kegiatan wisata.

Sementara di tengah hutan Besakih Bali, panel-panel surya menghasilkan listrik untuk membantu peternak lebah mengoperasikan mesin ekstraksi madu. Sementara nyala api dari kompor biogas menyatu dengan udara yang sejuk di Boyolali, membantu warga desa dapurnya tetap mengepul. 

Di Sulawesi Utara, manfaat serupa dirasakan para peternak babi. Ketua Peternakan Biapong Youke Sondakh di Minahasa, menuturkan, sekarang kandang babi bisa terang 24 jam tanpa bayar pulsa listrik atau solar.  "Kami lebih hemat dan bisa menabung untuk beli indukan tambahan,” ujarnya.

Ini bukan sekadar cerita desa-desa biasa. Ini adalah sebagian dari ratusan cerita Desa Energi Berdikari Pertamina yang memanfaatkan energi terbarukan untuk kegiatan ekonomi. Energi terbarukan tersebut dibangun oleh Pertamina NRE sebagai wujud nyata dari komitmen mendukung masa depan yang lebih hijau dan mandiri.

Baca Juga

Pertamina Eco RunFest 2025 Siap Digelar, Usung Konsep 'Sustainability' dan Ramah Lingkungan

Di balik setiap panel surya yang terpasang, ada cerita tentang anak-anak yang kini bisa belajar di malam hari tanpa khawatir listrik padam. Di balik setiap instalasi pembangkit mikrohidro, ada kisah UMKM lokal yang kini mampu menjalankan alat produksinya tanpa bergantung pada genset atau sumber listrik berbayar lainnya. Program DEB Pertamina telah memberikan manfaat konkret yang dirasakan oleh masyarakat.

“Dahulu kami harus pakai 20-25 liter BBM per hari untuk tarik air dan listrik,” ujar Menase Fami, Kepala Kampung Malasigi.

Saat ini, setelah ada bantuan PLTS dari Pertamina, dia tidak lagi harus beli  bahan bakar jauh dari desa. "Kami berterima kasih atas dukungan ke kampung wisata adat kami,” ujar Menase.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024