Serah Terimakan Pusat Persemaian Mentawir ke Pemerintah, Indo Tambaraya (ITMG) Ungkap Fakta Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melakukan serah terima pusat Persemaian Mentawir kepada Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan. Fasilitas pusat persemaian ini dibangun tahun 2022 dan beroperasi secara resmi mulai 4 Juni 2024.
Pusat Persemaian Mentawir berdiri di atas lahan seluas 32,5 hektare di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dirancang untuk memproduksi hingga 15 juta bibit tanaman endemik Kalimantan per tahun. Persemaian Mentawir diklaim sebagai lumbung bibit terbesar di Indonesia untuk menopang kegiatan rehabilitasi lahan kritis, pemulihan kawasan hutan, dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Baca Juga
Seremoni serah terima dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq, beserta seluruh jajaran Kementerian Kehutanan, Direktur Utama ITMG Mulianto, Direktur ITMG Ignatius Wurwanto, beserta jajaran Direksi ITM. Hadir juga Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara Myrna Asnawati Safitri serta perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Raja Juli Antoni mengatakan bahwa kolaborasi dalam membangun dan mengembangan Pusat Persemaian Mentawir merupakan tonggak penting keterlibatan dunia usaha dalam rehabilitasi hutan secara konkret dan terukur. ”Saya percaya pembangunan dan pelestarian hutan dapat berjalan beriringan. Di sinilah Good Mining Practices harus terus diterapkan seperti yang dicontohkan ITMG untuk pelestarian hutan dan lingkungan yang baik,” ujarnya saat serah terima di Jakarta, Senin (23/6/2025).
Menteri Kehutanan juga menandatangani buku Etnobotani dan Pascatambang, hasi kolaborasi ITM dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang merupakan bagian dari studi keanekaragaman hayati ITMG di area konsesi anak usahanya. Studi ini berfokus pada jenis-jenis tumbuhan lokal dan pemanfaatannya oleh masyarakat di sekitar konsesi.
Baca Juga
Indo Tambangraya (ITMG) Putuskan Dividen Tunai Tahun Buku 2024 Rp 2.245 per Saham
Sementara itu, Direktur Jenderal PDASRH, Dyah Murtiningsih, menegaskan bahwa pentingnya keberlanjutan fungsi persemaian ini pasca serah terima. “Dengan kapasitas produksi bibit yang sangat besar, Pusat Persemaian Mentawir diharapkan menjadi penopang rehabilitasi hutan dan lahan di berbagai wilayah. Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan operasionalnya dalam programprogram strategis kehutanan nasional di masa mendatang,” ujarnya.
Direktur Utama ITM, Mulianto, menyampaikan bahwa penyelsaian Pusat Persemaian Mentawir bukan hanya soal memenuhi mandat. “Ini menjadi bukti komitmen kami dalam melestarikan hutan dan menjaga lingkungan. Melalui proyek ini, kami ingin menegaskan posisi Indo Tambangraya sebagai perusahaan energi yang menjadikan keberlanjutan sebagai pilar inti,” terangnya.
ITMG telah mencatat jejak panjang dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati. Melalui anak usahanya, PT Indominco Mandiri, perseroan membangun Arboretum seluas 270 hektare di area pascatambang yang telah menjadi habitat bagi flora dan fauna endemik Kalimantan, termasuk satwa yang dilindungi dari kelompok mamalia, primata, dan burung.
Indo Tambangraya (ITMG) juga melaksanakan penanaman pohon dalam rangka rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Hingga kuartal pertama 2025, ITM dan seluruh anak usahanya telah mengembalikan area DAS terehabilitasi seluas 26,800.42 hektare kepada Pemerintah. Pelaksanaan rehabilitasi DAS oleh ITM dan anak usaha tersebar di berbagai wilayah termasuk Ibu Kota Nusantara, Taman Nasional Kutai, dan Bukit Menoreh-Borobudur.

