Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Rentan di Indonesia, DBS Foundation Salurkan Rp 100 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan di Indonesia, termasuk perempuan, petani kecil, kaum muda, dan penyandang disabilitas, Bank DBS didukung DBS Foundation menyalurkan dana sebesar US$ 9 juta atau setara Rp 100 miliar untuk tiga tahun ke depan.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengungkapkan, upaya tersebut merupakan realisasi dari komitmen DBS Group untuk mengalokasikan dana sebesar SGD 1 miliar selama 10 tahun ke depan guna mendukung komunitas rentan.
“Di Bank DBS, kami beraspirasi untuk menjadi Best Bank for a Better World, yang mencerminkan komitmen kami untuk tidak hanya berfokus pada nasabah namun berkontribusi dan memberikan dampak pada bisnis,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Baca Juga
Ditopang oleh salah satu pilar berkelanjutan Bank DBS Indonesia yakni impact beyond banking, lanjut Lim, pihaknya dengan bangga mengumumkan kerja sama dengan The Asia Foundation, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, serta Dicoding.
“Untuk meningkatkan agenda berkelanjutan dan menciptakan dampak yang bermakna untuk masa depan generasi Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Menurut Lim, kerja sama dengan tiga mitra tersebut di tahun ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat rentan di berbagai wilayah, seperti program SHE CAN (Accelerating Financial Inclusion for Marginalised Woman) bersama The Asia Foundation untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta meningkatkan kepemimpinan dan kewirausahaan bagi 80.000 perempuan marjinal di Kalimantan Barat.
Baca Juga
DBS: Bobot Alokasi di Instrumen Pendapatan Tetap Bisa Siasati Imbas Perang Dagang
Kemudian, juga ada program FEAST (Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation) bersama Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, untuk meningkatkan kapasitas petani skala kecil dalam menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan.
“Selain itu program ini bertujuan untuk meningkatkan status nutrisi petani dan keluarganya melalui peran kepemimpinan perempuan dalam diversifikasi pangan dan ketahanan pangan keluarga. Penerima manfaat sekitar 28.000 petani skala kecil yang terdiri dari 50% perempuan dan keluarga petani,” ucap Lim.
Program terakhir, adalah Coding Camp bersama Dicoding untuk meningkatkan literasi digital melalui pelatihan coding gratis dan soft skill bagi 130.000 pelajar SMK (sekolah menengah kejuruan) dan mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas di berbagai wilayah Indonesia secara daring, serta membuka peluang kerja.

