Perusahaan Indonesia Perlu Selaraskan Ini untuk Dukung Praktik ESG
JAKARTA, investortrust.id - Professor Distinguished Chair for Finance and Investment di IPMI International Business School, Roy Sembel mengatakan, untuk mendukung praktik keberlanjutan melalui environment, social, and governance (ESG), perusahaan di Indonesia perlu menyelaraskan tiga hal mendasar (triple bottom line) yang meliputi profit atau prosperity (aspek ekonomi atau kesejahteraan), people (aspek masyarakat atau sosial), dan planet (aspek lingkungan).
“Nah, intinya adalah triple bottom line, jadi ada tiga P-nya. Kalau dulu cuma mengandalkan profit, sekarang berkembang menjadi prosperity, kemudian ada people-nya, nilai tambah bagi masyarakat. Artinya bukan hanya nilai tambah bagi investor, pemegang saham, tapi juga bagi stakeholder-nya,” ujar Roy Sembel saat memberikan awarding speech pada malam penganugerahan Investortrust ESG Awards 2024 di Jakarta, Selasa (26/11/2024) malam.
Bahkan di Indonesia, menurut Roy Sembel, prinsip tersebut berkembang menjadi 6P, yaitu profit atau prosperity, people, dan planet, ditambah tiga prinsip lain, yakni partnership (kemitraan), peace (perdamaian), dan Pancasila.
Baca Juga
“Untuk menerapkan prinsip tersebut, dibutuhkan kerja sama pentahelix dari seluruh bagian, seperti university, company, government, civil society, hingga media,” ujar dia.
Tak hanya itu, Roy Sembel yang juga merupakan Ketua Dewan Juri Investortrust ESG Awards 2024 menjelaskan, perusahaan perlu menunjang capacity building atau sejumlah proses untuk meningkatkan kapasitas guna membantu perusahaan dalam mendukung penerapan praktik ESG secara efektif.
Roy Sembel membagi capacity building menjadi beberapa bagian. Dari sisi perangkat lunak (software) diperlukan standard operating procedure (SOP) dan organisasi yang mendukung. Dari sisi perangkat keras (hardware), perusahaan perlu meningkatkan teknologi atau menggunakan teknologi yang mutakhir. “Teknologinya yang green, yang bisa digunakan untuk meningkatkan ESG,” tutur dia.
Adapun di sisi perangkat pemasaran (marketware)-nya, menurut Roy Sembel, produk yang ditawarkan perusahaan perlu menerapkan konsep ekonomi sirkular (circular economy) agar produk bisa bertahan secara berkelanjutan, misalnya melalui penggunaan produk yang ramah lingkungan.
Ekonomi sirkular adalah kegiatan ekonomi yang memaksimalkan kegunaan dan nilai tambah suatu bahan mentah, komponen, dan produk sehingga mampu mereduksi bahan sisa yang tidak digunakan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.
“Terakhir adalah mindware yang meliputi leadership, di mana perusahaan perlu memiliki leadership atau kepemimpinan yang baik untuk dapat mengkoordinasi perusahaan. Dengan demikian, ESG bukan cuma sekadar rules, regulation, dan compliance, tapi lebih ke arah culture,” ucap dia.
Semua Aspek Dihargai
Prof Roy Sembel, yang juga Ketua Dewan Juri Investortrust ESG Awards 2024, menyebutkan, pemberian penghargaan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan lain tentang pentingnya ESG. Hal ini dapat mendorong lebih banyak dukungan terhadap inisiatif keberlanjutan dan keadilan sosial.
“Investor saat ini semakin memperhatikan kinerja ESG sebagai bagian dari keputusan investasi. Penghargaan ini akan memberikan sinyal positif kepada investor bahwa organisasi penerima penghargaan adalah pilihan yang bertanggung jawab dan berpotensi memberikan dampak jangka panjang yang positif,” tutur Prof Sembel.
Prof Sembel menegaskan, dewan juri Investortrust ESG Awards 2024 tak hanya menilai hasil penerapan ESG di perusahaan. Prosesnya pun tak luput menjadi salah satu bahan pertimbangan. “Kami melihatnya secara komprehensif, baik hasilnya, prosesnya, maupun effort-nya. Jadi,semua kami hargai,” tandas dia.
Sebanyak 52 perusahaan peraih penghargaan Investortrust ESG Awards 2024 yang tercakup dalam empat kategori. Pertama yaitu kategori Platinum Star Award, yang merupakan penghargaan tertinggi bagi perusahaan dengan pengelolaan risiko ESG unggul dan tingkat disclosure terbaik, diimbangi kinerja keuangan dan performa saham atau obligasi yang cemerlang dalam 12 bulan terakhir.
Baca Juga
Terapkan ESG Terintegrasi, Astra Graphia Raih Investortrust ESG Award
Pada perusahaan listed atau tercatat di bursa, kategori terbagi atas tiga kelas, yakni big cap, medium cap, dan small cap. Kategori berikutnya adalah Gold Star Award yang diberikan kepada perusahaan dengan pengelolaan risiko ESG sangat baik, tingkat disclosure ESG tinggi, serta memiliki performa keuangan, saham, dan obligasinya yang kuat dalam 12 bulan terakhir. Pada ketagori ini, perusahaan tercatat di bursa kembali dibagi menjadi tiga kelas, yakni big cap, medium cap, dan small cap.
Kategori ketiga adalah Sectoral Champion, diberikan khusus kepada perusahaan pemimpin ESG di sektornya dengan pengelolaan risiko ESG efektif. Perusahaan ini menunjukkan praktik tata kelola dan keberlanjutan yang unggul, tingkat disclosure ESG yang memadai, serta kinerja keuangan yang stabil, termasuk pertumbuhan laba positif dan adaptasi terhadap dinamika pasar saham dalam 12 bulan terakhir.
Selanjutnya adalah Special Award yang diberikan kepada perusahaan atas kemajuan yang signifikan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG ke dalam operasional perusahaan, atau kinerja yang luar biasa dalam salah satu kriteria risiko ESG atau keuangan.

