KCE Garap PLTS Berkapasitas 16 MWp Senilai Rp 160 Miliar hingga Akhir 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Krakatau Chandra Energy (KCE) tengah menggarap sejumlah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 16 megawatt peak (MWp) yang menelan biaya kurang lebih Rp 160 miliar.
Demikian disampaikan OEM Department Head PT KCE, Ermawanto dalam acara peluncuran kampanye ''Energizing Growth with Renewable Energy'' di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (5/11/2024).
''Kalau teorinya, biaya proyek itu 1 MWp itu Rp 10 miliar. Tapi itu tergantung dari kondisinya, panjang kabel, kemudian posisi atau lokasi (PLTS),'' katanya.
''Jadi kami berkomitmen di tahun 2025 kita kejar sampai 16 megawatt peak, dan kami memberikan benefit bagi tenant kami juga seperti zero investment, kemudian mendapatkan listrik yang lebih murah, dan juga mereka bisa mendapatkan sertifikat energi bersih,'' tambah Ermawanto.
Terpisah, Direktur Utama PT KCE, Erri Dewi Riani menyampaikan, peluncuran kampanye Energizing Growth with Renewable Energy mencerminkan komitmen perusahaan dalam mempromosikan transisi energi nasional menuju cita-cita net zero emission (NZE) 2060.
''Sebagai bagian dari Chandra Asri Group, KCE berkomitmen menghadirkan solusi energi bersih untuk mendukung sektor industri dan perumahan. Dengan produk EBT yang kami tawarkan, industri dapat mengoptimalkan produksi serta operasional, yang pada akhirnya akan berdampak pada pengurangan emisi karbon,'' ujar Erri.
Ia menambahkan, produksi tenaga listrik ke depannya diproyeksikan didominasi oleh tenaga surya, air, angin, bio energi, panas bumi, nuklir dan lainnya.
''Pada 2060 diasumsikan pertumbuhan kebutuhan listrik Indonesia mencapai 1.800 TWh. Angka tersebut diakumulasi berasal dari kebutuhan sektor Industri, sektor rumah tangga, komersial, dan kendaraan bermotor listrik di Indonesia,'' imbuh Erri.
Bagi Erri, hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor industri untuk melakukan pengembangan teknologi terbaru dalam pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) seperti tenaga surya, air, angin, hingga bio energi guna mengurangi emisi karbon di Indonesia.
Saat ini, lanjut Erri, pihaknya telah memiliki PLTS dengan kapasitas total 2,067 MWp, yang terdiri dari berbagai jenis PLTS, yakni ground mounted, atap (rooftop), dan terapung (floating).
Di sisi lain, Ermawanto membidik sejumlah PLTS yang akan segera diresmikan dalam waktu tertentu.
"Jadi (PLTS) yang sedang berprogres saat ini ada di Krakatau Posco dan InsyaAllah tanggal 21 November 2024 nanti kita akan peresmian sekitar 1.252 kWp. Kemudian, di Februari 2025 di Chandra Asri 3.200 kWp. Kemudian, dilanjutkan ground mounted 5 MWp insya Allah di November 2025 nanti," tutup Ermawanto.
Berikut perincian progres PLTS KCE berkapasitas total 16 MWp yang sedang dalam proses pembangunan:
- PLTS HSM tahap 2 di PT Krakatau Posco (KP): kapasitas 1.252,8 kWp atau 1,25 MWp
- PLTS PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA): kapasitas 3.200 kWp atau 3,2 MWp
- PLTS ground mounted PV PT KCE: kapasitas 5.000 kWp atau 5 MWp
- PLTS PT Timah: kapasitas 303 kWp
- PLTS IHC: kapasitas 219 kWp
- PLTS PT Krakatau Tirta Industri (KTI): kapasitas 1.800 kWp atau 1,8 MWp
- PLTS KBI: kapasitas 377 kWp
- PLTS KSI: kapasitas 315 kWp
- PLTS Royal Krakatau: kapasitas 219 kWp
- PLTS Jayaboral Knauf: kapasitas 731 kWp
- PLTS PT Krakatau Osaka Steel (KOS): kapasitas 500 kWp
- PLTS Cerestar: kapasitas 1.138 kWp atau 1,14 MWp
- PLTS Pundi Kencana: kapasitas 3.000 kWp atau 3 MWp

