Kebutuhan Listrik di Oksibil Kini Manfaatkan 100% EBT, Hemat Rp 1,4 Miliar per Bulan
JAKARTA, investortrust.id - Kebutuhan listrik di Distrik Oksibil, Provinsi Papua Pegunungan, kini 100% memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Pasalnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) telah menyelesaikan pembangunan dan revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) berkapasitas 1 MW di wilayah tersebut.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi menerangkan, pemanfaatan PLTM tersebut akan menghasilkan penghematan yang sangat besar bagi Pemda setempat, karena terjadi penghematan penggunaan BBM yang digunakan untuk operasional PLTD sebesar Rp 49,14 juta per hari atau mencapai Rp 1,4 miliar per bulan.
Revitalisasi PLTM itu sejatinya merupakan salah satu program dedieselisasi yang akan menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini beroperasi di Distrik Oksibil.
Baca Juga
Gandeng China Energy, PLN Kaji Pengembangan Energi Hijau di Pulau Ini
"PLTM tersebut akan menjadikan listrik yang mengalir di Oksibil 100% memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) selama 24 jam, menggantikan PLTD yang selama ini menjadi penghasil listrik disana," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (27/3/2024).
Dijelaskan oleh Agus, pembangunan PLTM Oksibil 1 MW menggunakan mekanisme kontrak tahun jamak dan telah selesai pada tahun 2020 lalu. Namun, masih terdapat kendala dalam pengoperasian PLTM karena pembangunan jaringan evakuasi daya yang harus dibangun oleh Pemda Kabupaten Pegunungan Bintang belum terlaksana.
Kemudian di tahun 2023 Ditjen EBTKE melakukan revitalisasi PLTM Oksibil untuk mengoptimalkan kinerja dari PLTM. Revitalisasi tersebut sekarang telah selesai dan PLTM dapat berfungsi dan dimanfaatkan dengan baik.
Baca Juga
"Secara paralel dengan revitalisasi PTLM, PT PLN (Persero) juga telah menyelesaikan pembangunan Jaringan Distribusi Tegangan Menengah (JTM) dari lokasi PLTM ke Oksibil sepanjang 18,5 kms dan telah dilakukan uji coba untuk mengalirkan daya listrik PLTM ke jaringan tersebut," ujar Agus.
Langkah selanjutnya hanyalah tinggal melakukan serah terima operasi kelistrikan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

