Pertamina NRE Siap Teken Perjanjian CCS dengan Perusahaan Baja Asia, Ini Nilainya
JAKARTA, investortrust.id - Pertamina New and Renewable Energy (NRE) membocorkan bakal melakukan penandatanganan perjanjian dengan perusahaan baja asal Asia terkait carbon capture storage (CCS). Perusahaan pelat merah ini sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Exxonmobil
Head of CCUS Development Program Pertamina New & Renewable Energy Bayu Prabowo mengungkapkan, pihaknya terbuka melakukan kerja sama dengan pihak mana pun terkait teknologi CCS ini. “CCS, kita terbuka dengan berbagai player. Kami akan segera launching beritanya dengan salah satu prominent steel company di dunia yang punya operation di Indonesia. Dari Asia,” katanya saat ditemui di Jakarta Convention Center, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
Bertemu Exxon, Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Pembangunan CSS dan Kilang Rp 234 Triliun
Bayu mengungkapkan, rencana pengumuman kerja sama itu akan dilakukan pada akhir Juli 2024. Adapun nilai investasi dari perjanjian ini sekitar US$ 200 juta-300 juta.
“Jadi, kami akan signing something dengan mereka. Tapi buat me-manage ekspektasi ke semua pihak, kami baru akan mulai studi. Studinya itu output-nya adalah masukan untuk pengembangan kebijakan baik di negara asalnya steel company tersebut dan di Indonesia,” ujar dia.
Kerja Sama Exxon
Sebelumnya, pada Mei 2024, Pertamina NRE telah menjalin kerja sama dengan Exxonmobil dalam pengembangan CCS. Bayu menjelaskan, dalam model bisnis CCS dengan Exxon ini, Pertamina hanya menyediakan basin (tempat) saja, sedangkan Exxon mengirim karbon dari eksternal.
Baca Juga
Pertamina NRE – Masdar Teken MoU Pengembangan Energi Terbarukan
Sementara itu, dengan perusahaan baja asal Asia tersebut, Pertamina mencoba bekerja sama untuk supply chain yang lebih utuh, yakni dari mulai capturing, transporting, sampai storing, yang semuanya dilakukan di Indonesia.
“Jadi, dengan begitu, kan kita lebih efektif mengurangi karbon yang ada di Indonesia,” ujar Bayu.

