IESR Harap SNDC Indonesia Dipatok lebih Ambisius
JAKARTA, investortrust.id - Institute for Essential Services Reform (IESR) berharap pemerintah Indonesia untuk membuat dokumen kontribusi nasional penurunan emisi kedua (Second Nationally Determined Contribution/SNDC) dengan target lebih ambisius.
Analis Agrikultur, Kehutanan, Penggunaan Lahan dan Perubahan Iklim IESR Anindita Hapsari menyebutkan, ada empat elemen utama yang direkomendasikan oleh Climate Action Tracker atau CAT untuk mendorong NDC 2035 supaya in line dengan target 1,5 derajat Celcius.
Baca Juga
COP28 Berpotensi Hasilkan Kesepakatan Baru NDC, Arifin Tasrif: Harus Sesuai Kemampuan Kita Sendiri
“Ada empat elemen, pertama adalah ambition atau ambisi, kedua finance and fairness atau finansial dan juga kesetaraan, ketiga ada credibility atau kredibilitas, dan keempat transparansi,” kata Anindita dalam media briefing Rekomendasi Masyarakat Sipil untuk SNDC Indonesia, Selasa (25/6/2024).
Terkait dengan elemen ambisi, Anindita menjelaskan, CAT sendiri merekomendasikan untuk target 2030 atau NDC yang masih berlaku saat ini. Kemudian untuk NDC 2035 disarankan untuk memasukkan target yang lebih ambisius dibandingkan target sebelumnya. Lalu juga penyelarasan dengan 1,5 derajat Celcius untuk setiap sektoralnya, dan yang terakhir itu membangun target dan kebijakan berdasarkan setiap sektornya.
Selanjutnya terkait elemen finansial dan kesetaraan, CAT merekomendasikan untuk negara negara berkembang diharapkan lebih align dengan 1,5 derajat Celcius untuk target kondisionalnya. Serta untuk kebutuhan climate finance-nya atau pendanaan iklimnya, diharapkan lebih clear dan juga lebih jelas terkait kebutuhan agar bisa mencapai titik 1,5 derajat Celcius yang telah ditetapkan.
Baca Juga
Aprindo Ingatkan Ancaman 'Climate Change' pada Pasokan Pangan Indonesia
“Untuk yang ketiga ada elemen kredibilitas. Di sini dari CAT, merekomendasikan untuk mengimplementasi lebih jauh dan lebih serius terkait existing target yang ada saat ini atau di NDC 2030. Juga, mengeliminasi peraturan yang tidak inline dengan usaha mencapai 1,5 derajat Celcius di setiap negara,” jelas Anindita.
Sementera itu, untuk elemen transparansi, diharapkan di NDC yang baru dikeluarkan target NDC yang lebih jelas. Kemudian, untuk penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan (LULUCF) disarankan untuk dipisah dari target domestik yang ada di NDC terbaru.
Baca Juga
Paus yang Serukan Hak Lingkungan Aman dan Berkelanjutan Menuju Indonesia
“Jadi, dari empat elemen utama tadi yang disarankan oleh CAT, diharapkan ada ambisi yang lebih kuat atau pemerintah sendiri masuk ke emerging mode, mode yang lebih serius, lebih ketat, dan lebih garang dalam mengimplementasikan target-target di NDC saat ini, yaitu NDC 2030. Juga target untuk NDC NDC 2035, agar bisa menutup gap antara NDC saat ini, target-target yang ada, dan juga policy and action, dengan 1,5 derajat pathway,” ujar Anindita.
Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sejatinya tengah menyusun dokumen SNDC. KLHK mengungkap, penetapan target penurunan emisi pada dokumen SNDC tidak lagi diukur berdasarkan penurunan emisi dari skenario pertumbuhan dasar (business as usual).

