Paus yang Serukan Hak Lingkungan Aman dan Berkelanjutan Menuju Indonesia
Oleh Primus Dorimulu,
Chief Executive Officer PT Investortrust Indonesia Sejahtera
INVESTORTRUST.ID – Setelah tiga setengah dekade, akhirnya Paus kembali mengunjungi Indonesia. Wakil Yesus Kristus di dunia ini menerima jabatan yang sama dengan Rasul Petrus di abad pertama Masehi.
Petrus adalah nama baru yang yang berarti batu karang, yang diberikan oleh Yesus kepada muridnya Simon. "Engkau adalah Petrus (Petros) dan di atas batu karang ini (petra) Aku akan mendirikan jemaat-Ku."
Paus yang terakhir mengunjungi Indonesia adalah Paus Johanes Paulus II. Ia berkeliling ke sejumlah daerah di Nusantara selama lima hari, pada 8-12 Oktober 1989. Ia diberikan gelar Santo pada 2014 berlandaskan penyelidikan dan verikasi serangkaian mukjizat yang terjadi setelah wafat. Mukjizat yang pertama adalah penyembuhan seorang biarawati Prancis yang menderita penyakit Parkinson dan penyembuhan tiba-tiba perempuan asal Kosta Rika yang cedera otak, setelah berdoa melalui Paus Yohanes Paulus II.
Baca Juga
Paus Fransiskus: Industri Senjata ‘Ambil Untung dari Kematian’
Kini, Paus Fransiskus yang memimpin pemberikan gelar santo di era modern kepada Yohanes Paulus II itu dijadwalkan datang ke Indonesia, tanggal 3-6 September 2024. Dalam seruannya kepada dunia, ia menekankan “tanggung jawab individu dan kolektif untuk memastikan hak setiap orang atas lingkungan yang aman, sehat dan berkelanjutan, terutama untuk generasi mendatang".
Paus ke-266 yang merupakan pemimpin Gereja Katolik sekaligus kepala negara Vatikan ini secara khusus juga menyatakan harapannya kepada Majelis Parlemen dan Dewan Eropa. Ia menyerukan agar Eropa mampu “mengidentifikasi serta mempromosikan dan melaksanakan dengan tekad bulat, semua inisiatif yang diperlukan untuk membangun dunia yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.”
Paus Fransiskus ini lahir pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, dengan diberi nama Jorge Mario Bergoglio. Ia merupakan anak pekerja kereta api, yang berimigrasi ke Argentina dari Italia.
Hidup Bermartabat
Fransiskus mengingatkan bumi adalah sumber daya terbesar yang Tuhan berikan kepada kita. Dalam pidatonya di depan Parliamentary Assembly of the Council of Europe (PACE) pada 25 November 2014, ia mengingatkan bahwa bumi “adalah sumber daya terbesar yang telah Tuhan berikan kepada kita dan tersedia untuk kita, bukan untuk dirusak, dieksploitasi, dan didegradasi, namun agar kita bisa hidup di dunia ini dengan bermartabat.”
Saat Majelis Dewan Eropa (PACE) mengadakan panel tingkat tinggi dan debat interaktif dengan tema “Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia” menjelang The 26th Conference of the Parties (COP-26) di Glasgow, Paus Fransiskus memuji inisiatif dan upaya Dewan Eropa dalam mengatasi masalah mendasar ini. Ia mengulangi seruan untuk mengambil tindakan segera demi menjaga rumah kita bersama.
Paus juga merujuk pada Surat Ensiklik Laudato si' yang menyoroti pentingnya merawat rumah kita bersama. Ia menekankan hal itu sebagai prinsip universal yang tidak hanya melibatkan umat Kristiani, tetapi setiap orang yang berkehendak baik dan memiliki hati yang melindungi lingkungan.
Sambil memuji diselenggarakannya perdebatan tersebut sebagai “kontribusi yang sah” terhadap COP-26, Paus Fransiskus menekankan bahwa inisiatif apa pun dari Dewan Eropa tidak boleh terbatas pada Benua Eropa. Inisiatif ini harus menjangkau seluruh dunia.
Baca Juga
RI Siapkan Penyambutan Kedatangan Paus Fransiskus pada September 2024
Itu sebabnya, tekad Dewan untuk menciptakan kerangka hukum baru yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia sangat dihargai oleh Takhta Suci.
Perubahan Tentu Dibutuhkan
Pesan Paus lebih lanjut menyatakan bahwa ketika manusia menganggap dirinya sebagai penguasa alam semesta dan bukan pengelola alam semesta yang bertanggung jawab, maka ia menghalalkan segala jenis pemborosan dan memperlakukan orang lain dan alam hanya sebagai objek, serta menyangkal hak dasar setiap orang untuk hidup bermartabat dan berkembang secara integral. Oleh karena itu, Bapa Suci memperingatkan terhadap konsumerisme modern, yang telah menyebabkan begitu banyak kerusakan, dan mengulangi seruannya untuk perubahan arah.
Paus menyerukan kembali, "Semuanya terhubung, dan sebagai satu keluarga bangsa, kita harus mempunyai keprihatinan bersama: memastikan lingkungan menjadi lebih bersih, murni, dan terpelihara. Dan, jagalah alam agar menjaga kita.” Ia pun mengunjungi negara-negara mayoritas Muslim di Maroko dan Uni Emirat Arab. Dia adalah Paus pertama dalam sejarah yang melakukan perjalanan ke semenanjung Arab, dan menandatangani pernyataan bersama tentang persaudaraan manusia dengan Imam Besar al-Azhar Ahmed el-Tayeb, yang menjadi dasar inisiatif antaragama Vatikan di masa depan.
Semoga kunjungan Paus ke Indonesia makin memperkokoh kerja sama setiap bangsa untuk senantiasa menjaga hak dasar setiap orang untuk hidup bermartabat dan berkembang secara integral, dalam lingkungan yang aman dan berkelanjutan. (sumber: Vaticans News dan sumber lain)

