Pertamina Proyeksi Permintaan Hidrogen Indonesia Meningkat hingga 8 MTPA Tahun 2040
JAKARTA, investortrust.id - Pertamina memproyeksi demand hidrogen ke depan akan sangat besar, mencapai hingga 8 million tons per annum (MTPA). Hal ini didorong oleh peningkatan kebutuhan di sektor transportasi dan industri.
"Fokusnya emang di awal adalah untuk transportasi. Setelah itu, juga untuk masuk sampai ke industri, the next 5 atau 10 tahun ke depan,” ujar VP Strategy dan Portfolio Pertamina New & Renewable Energy (NRE) Aditya Dewobroto dalam seminar "3rd Investortrust Future Forum: Potensi Besar dan Masa Depan Mobil Hidrogen" di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga
Sebagai salah satu pemimpin transisi energi, lanjut dia, Pertamina memiliki misi untuk memastikan security of energy dan mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission tahun 2060. Salah satu upaya yang dilakukan Pertamina adalah mengembangkan penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan.
Baca Juga
Kemenko Perekonomian: Indonesia Berpotensi Kembangkan Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen
Pertamina telah memetakan ada 17 lokasi yang dapat menjadi sumber renewable energy yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan green ataupun blue hydrogen.
Sementara itu, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hidrogen telah digunakan di Indonesia pada sektor industri, utamanya sebagai bahan baku pupuk. Konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini sekitar 1,75 juta ton per tahun, dengan pemanfaatan didominasi untuk urea, ammonia, dan kilang minyak.

