Buktikan Komitmen Low Carbon Economy, Bank Mandiri Sabet Penghargaan ESG
JAKARTA, Investortrust.id - Upaya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dalam mewujudkan komitmen untuk mencapai low carbon economy dengan menerapkan prinsip environmental, social and governance (ESG) pada operasional bisnisnya terbilang berhasil.
Buktinya, bank pelat merah ini meraih predikat Management BBB dan menyabet penghargaan ESG Disclosure Transparency Awards 2023 yang diadakan Investortrust.id bekerja sama dengan Bumi Global Karbon (BGK) Foundation, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2023) malam.
Penghargaan ini diterima oleh VP ESG Bank Mandiri, Renatha Gunstina. Ia sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan Investortrust.id dan BGK Foundation. Dengan penghargaan ini, diyakini akan semakin memacu perseroan untuk menyampaikan disclosure yang lebih baik.
Baca Juga
Keren! 80 Perusahaan Raih ESG Disclosure Transparency Awards 2023
“Bank Mandiri punya komitmen untuk mencapai low carbon economy dengan menerapkan prinsip ESG dan sustainability di bisnisnya, di operasional, bahkan secara program sosialnya. Bank Mandiri sendiri sudah punya komitmen untuk mencapai NZE (net zero emission) Operational 2030, NZE Financing di 2060 dan menciptakan banyak digipreneurship,” ujar Renatha, kepada Investortrust.id.
Ia mengucapkan terima kasih atas anugerah yang telah diberikan. Dan terkait ESG ini, lanjut Renatha, merupakan sebuah journey tersendiri. Karena divisi ESG di Bank Mandiri baru terbentuk kurang lebih setahun belakangan, tetapi sudah mendapat atensi.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Sabet Juara 1 ARA 2022 Kategori Perusahaan Go Public Keuangan
Menurutnya, penerapan prinsip ESG begitu penting, karena ini menjadi bukti bahwa Bank Mandiri tidak hanya memberikan layanan perbankan kepada nasabah, tetapi juga mendukung masa depan yang berkelanjutan. Di sisi lain, penerapan ESG juga secara tidak langsung akan mendongkrak kinerja perusahaan ke depan.
“Kita harus berpikirnya jangka panjang. Apa yang dilakukan bisnis prosesnya perlu diperbaiki dan itu memang untuk menciptakan new business lain. Ini sebenarnya aspek keberlanjutan dan ini yang paling kritikal adalah mengedukasi multi stakeholder karena ESG nggak mungkin dilakukan sendiri oleh Bank Mandiri tapi harus melibatkan banyak pihak,” tukas Renatha. (CR-13)

