AAJI dan 19 Perusahaan Anggota Gandeng "Benih Baik" Salurkan Donasi Pemulihan Gempa NTT
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama 19 perusahaan anggotanya memperkuat solidaritas industri melalui pelaksanaan Program Industry Social Responsibility (ISR) bertajuk “Kebaikan Berkelanjutan” Nusa Tenggara Timur (NTT). Berkolaborasi dengan Yayasan Benih Baik, inisiatif tersebut diwujudkan melalui penyerahan donasi senilai Rp315 juta untuk mendukung proses pemulihan masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis dalam acara Media Briefing dan Simbolis Penyerahan Donasi di Grha AAJI.
Bencana gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 telah menimbulkan dampak kemanusiaan serta kerusakan infrastruktur yang signifikan. Dalam fase pemulihan ini, bantuan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan dasar dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara bertahap.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menjelaskan bahwa risiko merupakan bagian dari kehidupan yang dapat terjadi di luar prediksi, termasuk bencana alam. “Risiko merupakan bagian dari kehidupan yang dapat terjadi di luar prediksi, termasuk bencana alam. Gempa bumi di NTT menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana. Melalui Program ISR ‘Kebaikan Berkelanjutan’ NTT, AAJI bersama perusahaan anggota mendukung pemulihan masyarakat terdampak,"ujar Albertus Wiroyo dikutip Selasa (20/10/2026).
Program bantuan ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan sumur bor serta instalasi pipanisasi untuk memperluas akses air bersih. Bantuan fisik tersebut ditargetkan menjangkau Desa Kotakeo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan estimasi sekitar 3.000 penerima manfaat. Selain itu, bantuan di bidang pendidikan berupa paket perlengkapan sekolah (school kit) disalurkan kepada 150 siswa terdampak di SD dan TK Impres Leia di Desa Kotakeo, serta SDK dan TK Wolofeo di Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Baca Juga
Founder Yayasan Benih Baik, Andy F. Noya, mengapresiasi dukungan AAJI dan perusahaan anggotanya dalam Program ISR NTT. Beliau menyampaikan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar. Melalui kolaborasi ini, Yayasan Benih Baik berharap dapat membantu masyarakat dan para pelajar di NTT untuk bangkit, memulihkan kehidupan, serta membangun masa depan yang lebih baik.
Program sosial ini didukung oleh 19 perusahaan anggota AAJI, yaitu PT Prudential Life Assurance, PT Prudential Sharia Life Assurance, PT Asuransi Jiwa BCA, PT Indolife Pensiontama, PT Bhinneka Life Indonesia, PT Asuransi Ciputra Indonesia, PT Victoria Alife Indonesia, PT Asuransi Takaful Keluarga, PT AXA Mandiri Financial Services, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk, PT Asuransi Jiwa Sequis Life, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT AXA Financial Indonesia, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk, PT Pacific Life Insurance, PT Panin Dai-ichi Life, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, PT Asuransi Jiwa Taspen, dan PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk.
Di samping aksi kepedulian sosial, industri asuransi jiwa juga terus menjalankan perannya melalui pembayaran klaim dan perluasan perlindungan di wilayah NTT. Berdasarkan profil bisnis industri, saat ini terdapat 29 perusahaan asuransi jiwa yang melayani masyarakat NTT dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp16,3 triliun, yang terdiri atas lini bisnis life sebesar Rp11,8 triliun dan health sebesar Rp4,5 triliun. Khusus untuk bencana gempa di NTT, klaim yang telah dibayarkan tercatat sebesar Rp152,2 juta, di mana nilai pertanggungan yang ada jauh melampaui besaran klaim yang timbul sehingga menunjukkan kapasitas industri yang kuat dan siap menghadapi bencana.
Pembayaran klaim tersebut menjadi bukti peran industri asuransi jiwa dalam memenuhi kewajiban perlindungan kepada nasabah sesuai ketentuan polis, sekaligus sejalan dengan semangat kampanye #BuktiBukanJanji bahwa perlindungan asuransi diwujudkan melalui pemenuhan hak nasabah saat risiko terjadi. Di sisi lain, peluang untuk memperluas jangkauan perlindungan asuransi jiwa di NTT masih sangat terbuka sebagaimana di berbagai wilayah luar Pulau Jawa, sebab semakin luas masyarakat yang terlindungi, semakin besar pula kesiapan keluarga dalam menghadapi risiko tak terduga.
Sejalan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan upaya memperluas inklusi asuransi jiwa, AAJI menyerahkan 60 polis asuransi mikro kepada tenaga kesehatan, guru, dan relawan di NTT. Penyerahan tersebut mencakup 30 polis dari PT AXA Mandiri Financial Services dengan perlindungan risiko meninggal dunia, serta 30 polis dari PT Asuransi BRI Life dengan perlindungan kecelakaan, kesehatan, dan meninggal dunia.
Kepala Departemen Marketing AAJI, Karin Zulkarnaen, menegaskan bahwa klaim yang dibayarkan merupakan kewajiban yang ditetapi oleh industri. Sementara itu, donasi dan penyerahan polis yang dilakukan merupakan wujud kepedulian di luar kewajiban, sekaligus menjadi langkah awal untuk memperluas perlindungan asuransi jiwa di wilayah NTT.
Setiap individu dan keluarga perlu memahami bahwa berbagai risiko seperti penyakit kritis, meninggal dunia, cacat tetap, maupun bencana alam dapat terjadi kapan saja serta berpotensi mengganggu kondisi finansial keluarga. Oleh karena itu, perencanaan keuangan yang baik, termasuk memiliki perlindungan asuransi sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial, menjadi hal yang sangat penting. Ketika terjadi musibah atau risiko kesehatan, asuransi jiwa membantu meringankan beban finansial sesuai manfaat polis sehingga anak-anak dapat tetap melanjutkan pendidikan dan keluarga memiliki ruang untuk menata kembali masa depan dengan lebih tenang.
